Thursday, August 9, 2018

Nepotisme Hantui Kepemimpinan Kades Pagar Merbau III

MITRAPOL.com – Kepala Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubuk Pakam tahun 2017-2022, Marasutan Siregar telah terpilih sejak setahun yang lalu menjabat sebagai Kepala Desa Pagar Merbau III.



Kini masyarakat mulai merasa resah dan mengeluh akan kebijakan yang di lakukan oleh kepala desa yang di awali ketika menjabat sebagai kades tidak lama kemudian memilih Sekretaris Desa yang baru bernama Sari Robianna Siregar untuk bekerja di pemerintahan desa yang di pimpinnya, diketahui bahwa Sekdes yang baru adalah anak kandung kepala desa itu sendiri.

Ketika MITRAPOL.com, melakukan konfirmasi pada Camat Lubuk Pakam, Rabu (08/08/2018), terkait kepemimpinan Marasutan Siregar Kades Pagar Merbau III sungguh sangat di sayangkan, camat tidak berada di tempat dan Sekretaris Kecamatan juga sedang memimpin rapat yang tidak dapat di temui.

Selanjutnya, MITRAPOL.com, meminta keterangan pada Ida Maruba Kasi PMD Kecamatan Lubuk Pakam yang menjelaskan bahwa seorang kepala desa tidak di benarkan mempekerjakan anak kandungnya atau saudara dekatnya seperti orangtua kandung/mertuanya.

“Abang atau Adik kandung sebagai kaur desa apalagi sampai merangkap 2 jabatan seperti sebagai sekretaris desa dan bendara desa. Kami sudah mengingatkan pada pak Regar Kades P. Merbau III, agar tidak melakukan itu di desanya, walaupun kami sudah mengingatkan ternyata tidak di perbaiki juga," jelas Ida Maruba.

Begitu juga seorang warga yang tidak bersedia di sebutkan namanya berkata, memang benar pak Regar itu pilihan kami, tetapi sekarang ini kami sangat menyesal karena pak Regar sudah membuat kami kecewa. Apa lagi saat ini pemerintah pusat telah memberikan dana pada semua desa ber milyaran rupiah, tetap saja desa ini tidak ada perubahan.

“Bahkan apa di bolehkan seorang kepala desa memperkerjakan anak kandungnya sebagai Sekdes dan Bendahara, kami sangat kecewa seakan warga di desa ini mungkin dianggap semuanya bodoh dan tidak bisa bekerja?,” ungkapnya.

Dirinya memohon kepada Bupati dan Camat agar dapat memberi teguran disiplin dan melakukan pemeriksaan administrasi, terhadap apa yang sudah di lakukan selama ini. “Kami curiga ada yang tidak benar, contohnya dalam hal pemberdayaan desa, kami hanya di beri 1 bungkus nasi kalau tidak di beri nasi di beri penggantinya sebesar Rp. 15 ribu, bahkan pernah tidak di beri apa-apa sama sekali. Padahal pernah kami dengar bagi warga yang ikut melakukan kegiatan di balai desa selain di beri makan juga di beri uang pengganti transport,” terangnya.

“Apakah itu benar?. Kami tidak tahu dan juga kami ingatkan pada pak Kades bahwa ada 32 kegiatan yang dibuat, dan kami harap dijalankan dengan benar. Karena masyarakat juga akan ikut memantau kinerja pak Kades," tambahnya dengan nada ketus.

Reporter : tim

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: