Friday, August 10, 2018

Jaringan Sindikat Narkoba Lapas Digulung BNNP Sumsel, 2 Pelaku Ditembak Mati

MITRAPOL.com - Lima orang tersangka pembawa 17 kilogram sabu-sabu berhasil digebuk Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel. Dalam penangkapan itu, dua orang tersangka ditembak mati berinisial ER dan GI, Jumat (10/08/2018).

“Selain menembak mati dua tersangka, petugas juga mengamankan tiga pelaku lainnya yakni Siso (38), Hilario (21), dan Mino (48). Dua yang tewas yakni ER dan GI. Dari hasil penangkapan ini didapatkan narkoba sebanyak 17 kg sabu-sabu," ujar Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Jhon Turman Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Agung Sugiono ketika mengadakn pres rilis di Kamar Jenazah RS. Bhayangkara Palembang, Jumat (10/8/2018).

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan yang dilakukan petugas Pemberantasan BNNP Sumsel terjadi di Depan salah satu hotel kawasan Puncak Sekuning Kecamatan IB. I Palembang, Kamis (09/8/2018) pukul 18.20 Wib.
Saksikan Videonya Disini

Ketika itu, lanjut Agung, tersangka ER bersama Siso dan Mino, sedang bertransaksi narkoba dengan tersangka GI ditemani Hilario yang datang dari Kabuaten PALI. Petugas yang sudah melakukan pengintaian pun langsung melakukan penggrebekan.

Masih katanya, tiga tersangka Siso, Hilario, dan Mino tak berkutik dikepung petugas. Sementara ER dan GI, melawan petugas dan melarikan diri. Petugas pun melakukan tembakan secara terukur dan akhirnya kedua tersangka keok. Kedua tersangka tewas dengan kondisi peluru petugas mengenai punggung.

“Dari penggeledahan petugas, didapatkan narkoba sebanyak 17 kg sabu-sabu yang disimpan di dalam jok mobil Avanza. ER merupakan pimpinan tersangka Siso dan Mino yang membawa sabu-sabu 17 kg dari Medan ke Palembang melalui jalur darat dengan membawa mobil pribadi,” ucapnya.

Sementara GI dan Hilario, merupakan pengedar narkoba di Sumsel yang menerima pasokan dari Medan untuk disebarkan wilayah Sumsel. "ER ini memang bandar besarnya, sedangkan GI penerima pasokan. Dari pemeriksaan, GI ini adalah adik dari seorang napi (narapidana) yang menghuni salah satu lapas dan belum bisa kami sebutkan nama lapasnya. Jadi bisnis narkoba ini dikendalikan napi di lapas," ujar Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan.

Reporter : adri

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: