Saturday, August 11, 2018

Dana Desa Pagar Merbau III Tidak Transparan Kegunaannya

MITRAPOL.com - Menindaklanjuti pemberitaan yang di muat di media online MITRAPOL.com "Nepotisme Hantui Kepemimpinan Kades Pagar Merbau III", pada tanggal (08/08/2018) yang lalu di Pemerintahan Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubuk Pakam yang di lakukan oleh Kepala Desa berinsial S ataupun ayah kandung SR Bendahara merangkap Sekretaris Desa.

Dalam keterangannya Kepala Desa mengatakan bahwa Sekretaris Desa yang lama telah menjalani pensiun pada bulan Mei 2018 yang lalu, dan telah di usulkan untuk penggantinya. “Namun belum dapat di izinkan oleh PMD Tingkat II. Sementara posisi Sekretaris Desa tidak boleh kosong maka atas izin tingkat II SR selaku Bendahara Desa (Anak Kandung Kepala Desa) di tunjuk sebagai petugas sementara (Plt) Sekretaris Desa," jelas S.

S Kepala Desa ketika di mintai bukti, nama petugas PMD. Dirinya tidak dapat menyebutkan nama petugas PMD Tingkat II Deli Serdang yang di sebut sebagai alasan untuk mendudukkan putrinya merangkap tugas sebagai Sekretaris Desa. Begitu juga ketika di minta penjelasannya dalam hal apa-apa saja kegiatan yang di lakukan oleh desa, terkait adanya dana desa sebenar Rp 1.226.446.635.- dan ADD sebesar Rp.471.088.364 sesuai yang tertera di plang baleho yang tertera ada 32 jenis kegiatan.

Dan ketika MITRAPOL.com, bertanya tentang kegiatan yang ada dengan sinisnya kepala desa mengatakan sembari tangan menunjuk, "Itu ada di sana," ucapnya dengan nada sinis.

Sementara menurut sumber yang tidak bersedia di sebut namanya mengatakan, desa kami terima dana sangat besar sekitar Rp 1,2 Miliar lebih, di tulis ada 32 jenis kegiatan. “Dan kami duga tidak benar-benar dilaksanakan dengan baik, karena ada yang sama sekali tidak di lakukan melaikan fiktif seperti PMT Lansia sampai saat ini belum ada di lakukan,” terangnya.

Harapan masyarakat, masih katanya, memohon kepada pihak yang terkait ataupun KPK agar dapat memantau dan memeriksa hasil kerja Kades Pagar Merbau III baik di jenis pembangunan desa atau di dalam administrasinya juga.


“Karena kami selama mengikuti kegiatan di desa belum pernah di beri uang transport, maka jangan sampai di laporan yang mereka buat menjadi ada," pungkasnya.

Reporter : tim

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: