Thursday, August 9, 2018

BPBD Lebak Sosialisasikan Kerjasama Sister Village di Bojongmanik

MITRAPOL.com - Sosialisasi kerjasama antar desa dalam penanggulangan bencana alam telah sukses digelar BPBD Lebak bersama Pemerintah Kecamatan Bojongmnik dan Kepala Desa se-Kecamatan Bojongmanik.



Sosialisasi ini dihadiri Camat, Sekmat, Danramil, Kapolsek, Kasi Pemerintahan, serta Kadis BPBD Kaprawi S. Sos, di Kantor Kecamatan Bojongmanik, Kamis (9/8/2018).

“Untuk itu kesiapsiagaan menjadi mutlak diperlukan. Besaran resiko bencana merupakan fungsi dari dua variabel yakni bahaya dan kerentanan. Variabel bahaya ini kecil kemungkinannya untuk kita intervensi, apalagi bahaya tersebut bersifat teogenik. Lain halnya dengan variabel kerentanan, apabila melihat pengertian dari kerentanan yang merupakan suatu kondisi sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan yang berpengaruh buruk terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana,” jelas Kaprawi.
Saksikan Videonya Disini

Tentunya tingkat kerentanan masyarakat, lanjutnya, dengan kesiapsiagaan yang tinggi akan lebih kecil apabila dibandingkan dengan masyarakat dengan kesiapsiagaan yang lebih rendah. Dan apabila dikalikan dengan besaran bahaya akan didapatkan resiko bencana yang lebih kecil pula.

Sementara itu, Camat Bojongmanik Rully Edward S.Sos, M.SI menjelaskan, bahwa konsep dasar dari sister village ini adalah adanya kerjasama antara desa yang rawan bencana erupsi, sebagai asal pengungsi dengan desa diluar kawasan rawan bencana atau tidak terkena dampak erupsi sebagai tempat pengungsian.

“Dalam teori manajemen kebencanaan dikenal tiga filosofi penanggulangan bencana berkenaan dengan langkah mengurangi resiko bencana, yakni pertama jauhkan manusia dari sumber bencana. Prinsip ini mempunyai maksud bahwa kita harus merelokasi masyarakat disekitar sumber bencana ke tempat lainnya yang tentunya aman dari dampak bencana, dengan transmigrasi misalkan,” kata dia.



“Dengan kesepahaman semua pihak terutama antar desa bersaudara, lahirnya sister village bisa menjadi sebuah angin segar dan solusi alternatif bagi penanganan korban bencana,” tutupnya.

Reporter : aan

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: