Tuesday, July 10, 2018

Tema Tesis Konflik Poso, Mayjen TNI Agus SB Raih Gelar Master dengan Hasil Memuaskan

MITRAPOL.com - Mayjen TNI Agus SB telah resmi menyandang gelar Master Ilmu Komunikasi dari Universitas Hasanuddin Makassar, bertempat di Kampus Unhas terhitung Senin, (9/07/2018).



Gelar Master tersebut resmi setelah mempertahankan tesis di depan para penguji tesis yang dipertahankan berjudul “Strategi Komunikasi TNI AD dalam Binter pasca konflik Poso di wilayah Sulawesi”.

Agus SB didepan tim penguji yang terdiri dari Rektor Unhas. Prof. Dr. Aries Dwia Tina Pulubuhu, bersama dua pendamping lainnya yakni Dr. Hasrullah dan Dr. Muh. Farid.

Terlihat Prof. Dr. Hafied Cangara yang membacakan nilai dari para penguji mengatakan bahwa secara kumulatif nilai yang diperoleh Mayjen TNI Agus SB adalah 92,8 dengan sangat memuaskan.

Adapun Prof. Dr. Aries Dwi Tina Pulubuhu mengungkapkan “Tesis ini sangat kaya data dan metologi, sehingga memiliki kualitas yang memuaskan. semua pertanyaan yang dibolak balik dari aspek metologi, fakta dan temuan semuanya dapat dijawab oleh Pak Agus dengan baik, ini menunjukkan bahwa Tesis ini dibuat sendiri oleh Pak Agus, “ terang Rektor Kampus Unhas ini.

Nilai yang dicapai oleh Mayjen TNI Agus SB, merupakan nilai tertinggi yang pernah diraih dijenjang pasca sarjana jurusan komunikasi Unhas, sehingga Pak Agus SB bisa langsung mendaftar kejenjang S-3. Ungkap Prof. Hafied menambahkan

Agus SB ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata tak mampu menahan rasa haru bahagia karena nilai akademik yang dicapainya serta kenangannya terhadap kedua orang tuanya yang tingkat pendidikannya hanya BA. “Salah satu alasan saya melanjutkan kuliah ke S-2, karena Ayah saya yang tingkat pendidikannya hanya sampai BA dan berprofesi sebagai Guru. Kalau mengingat keduanya yang sudah meninggal saya selalu terharu, “ ujar Agus yang juga Pangdam XIV/Hasanuddin ini

Salah satu temuan menarik penilian ini adalah bahwa pesan yang disampaikan melalui strategi komunikasi dalam Binter yang dilaksanakan oleh TNI AD pada masa konflik berfokus pada upaya memperkecil eskalasi konflik dan mencegah terjadinya letupan kekerasan. Sedangkan pesan yang disampaikan melalui strategi komunikasi dalam Binter pasca konflik diorientasikan untuk membangun perdamaian oleh komunitas-komunitas yang pernah terlibat konflik.

Penilian yang menggunakan pendekatan kualitatif ini, mengambil informan dari komunitas Islam dan non Islam serta mantan teroris. Salah satu temuan menarik lainnya adalah bahwa mantan teroris Islam telah mengalami proses deradikalisasi melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh TNI AD melalui Binter.



Diinfokan juga bahkan Arifuddin Lako, salah seorang mantan Napiter, telah membuat film berdurasi 40 menit dengan judul “Jalan pulang yang berkisah tentang proses kesadaran mereka dari ideology radikal ke pangkuan ibu pertiwi dan film ini menjadi salah satu instrument untuk membangun perdamaian di Poso dengan para mantan Napiter maupun kombatan dari kelompok non Islam”.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: