Sunday, July 8, 2018

Pelajar Disekap Debt Collector, Kurniadi Hidayat Ketum LPKNI : Ini Tidak Manusiawi, Kapolri Harus Tegas

MITRAPOL.com – Kerasnya dunia Debt Collecting tak urung mereda hingga saat ini. Penarikan paksa unit kendaraan bahkan perlakuan kekerasan terhadap para debitur masih saja kerap terjadi. Seperti kejadian yang saat ini sedang viral terkait penarikan sepeda motor dengan membawa seorang pelajar dibawah umur yang dirasa sudah sangat keterlaluan, pada Jumat (06/07/2018), di Jalan Srengseng, Kembangan Jakarta Barat.



Menanggapi hal itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), Kurniadi Hidayat sangat geram dan berang saat mendengar berita ini.

"Kami meminta kepada kepolisian Jakarta Barat agar memburu pelaku Debt Collector tersebut dan menindak juga pihak Mega Financenya bila perlu ditutup kantor Finance tersebut. Karena tanpa perintah dari Finance tidak mungkin Debt collector akan bertindak,” ucapnya, Sabtu (7/7/2018).

Lebih lanjutnya Kurniadi menegaskan, kami juga meminta kepada seluruh jajaran Kepolisian agar tunduk kepada perintah atasannya yakni Kapolri Tito Karnavaian agar memerangi para Debt Collector, dan menindak lanjuti segera semua laporan masyarakat terkait perampasan yang dilakukan oleh Debt Collector serta menghukum pihak Finance yang memberikan tugas atau kuasa kepada Debt Collector.

(baca juga : Debt Colector Menyekap dan Melecehkan Anak di Bawa Umur)

“Karena semakin kesini, Undang-undang Fidusia nampaknya tidak mempan bagi para pekerja yang mengutamakan kekerasan. Ini tidak manusiawi dimana korban seorang siswi SMP, berinisial RR (14), sempat disekap dan ditanya soal keperawanannya,” kata Kurniadi dengan nada geram.

Dengan adanya tindakan tegas dan serius dari kepolisian dalam membrantas premanisme yang berkedokan Debt Collector, tentu kepercayaan masyarakat sebagai konsumen merasa terlindungi sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian akan memberikan nilai plus sebagaimana Visi dan Misi Kapolri Tito Karnavian yaitu "PROMOTER" (Profesional, Modern dan Terpercaya).

Meskipun ada sikap tegas dari Kapolri, namun kenyataannya masih banyak dugaan oknum dari kepolisian yang lebih membela finance dengan dugaan menolak laporan konsumen secara halus, dan mengulur-ulur waktu penyelidikan atau menerima laporan finance untuk memanggil konsumen yang kreditnya telah menunggak. Padahal kendaraan masih atas nama konsumen dan tidak pernah diover alihkan.

Ketua Umum LPKNI Kurniadi Hidayat juga meminta kepada Kapolri Tito Karnavian, agar menindak tegas anggotanya yang terbukti memainkan hukum dan tidak mengayomi masyarakat.

"Kami meminta kepada Kapolri agar menindak tegas anggotanya yang tidak patuh terhadap aturan dan intruksi, " tegas Kurniadi Hidayat Ketua Umum LPKNI.

Reporter : KH

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: