Friday, July 6, 2018

Oknum FSPP Sobang Disinyalir Sunat Dana Bantuan Ponpes, LSM Laskar Banten Reformasi : Polisi Harus Tangkap Oknumnya

MITRAPOL.com - Sebanyak 32 pondok pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Sobang yang di pimpin KH. Arwani pengasuh ponpes Riyadul Ulum disinyalir telah bermain dalam dana Bansos yang diterima sejumlah ponpes dan patut diduga kuat telah terjadi praktek kolektif uang dari 32 ponpes oleh oknum pengurus FSPP Kecamatan Sobang.

Pertemuan FSPP dengan LSM di Polres Lebak

Terungkap praktek kolektif uang tersebut berawal dari pembicaraan salah satu pihak ponpes pada beberapa waktu lalu yang menilai pengurus FSPP tidak transfaran dalam menggunakan uang hasil kolektif tersebut. (baca juga : Polisi Diminta Periksa Oknum FSPP Sobang yang Diduga Kebiri Bantuan 32 Ponpes)

"Kami juga heran uang itu sampai saat ini belum disampaikan untuk apa saja," ungkap seorang kiyai yang tidak bersedia ditulis namanya.

Semula para kiyai bersedia dari bantuan yang dicairkan sebesar Rp 20 juta tidak keberatan jika harus dikolektif masing-masing Rp 1,5 juta dan sepakat akan menganggap sebagai infaq untuk mengganti biaya selama mengurusi pengajuan seluruh pondok pesantren.

Selain itu dari uang Rp 1,5 juta para kiyai meminta kepada pihak FSPP untuk mengamankan program dari berbagai masalah yang dikhwatirkan akan timbul.

"Semua sudah bayar dan uangnya sudah saya serahkan ke pihak FSPP," terang seorang kiyai yang ditugaskan mengumpulkan uang kolektif itu.

Terpisah Brigadir Janab Hani Kasie Humas Polsek Sobang melalui pesan WhatsApp menerangkan terkait bantahan pihak FSPP melalui Ustadz Ace Sekretaris yang disebut para kiyai sebagai penerima dan pengelola uang hasil kolektif dari dana bansos.

"Ustadz Ace menolak jika pihak FSPP memotong bantuan dan mempersilahkan untuk menanyakan kepada para kiyai anggota FSPP Kecamatan Sobang," terangnya.

Ustadz Ace yang membantah adanya pemotongan diperkuat pernyataan para kiyai yang menyebut bahwa uang tersebut bukan pemotongan melainkan infaq para kiyai sangat sinkron dan terkesan sebagai alibi dan permainan sebuah opini untuk merubah bahasa potongan dengan bahasa infaq.

Sementara Tisna Ketua LSM Laskar Banten Reformasi menanggapi bantahan Ace Sekretaris FSPP Kecamatan Sobang. (baca juga : Bantuan Ponpes Kecamatan Sobang Disinyalir Dipotong Secara Terselubung)

"FSPP memang tidak bisa memotong karena dicairkan secara langsung oleh para kiyai, dan FSPP juga tidak memungut karena memakai tangan orang lain yang ditunjuk untuk mengkolektif uang dan FSPP juga tidak meminta karena Rp 1,5 juta dari setiap ponpes itu hasil kesepakatan bersama. Tapi dia tidak akan bisa membantah bahwa telah menerima uang kolektifan tersebut secara terorganisir dan bermain rapih," tuturnya.

Padahal sudah jelas, katanya, bahwa tujuan Pemerintah Provinsi Banten dalam penyaluran Bansos melalui rekening Bank milik pihak ponpes masing-masing bertujuan untuk meminimalisir adanya pemotongan dan sangat wajar jika ada pihak yang ingin mendapat bagian harus dengan cara terselubung dan rapih didalam internal Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).

“Lebih Ironis lagi, uang kolektif yang disebut infaq para kiyai juga beredar kabar bahwa sebagian uang tersebut dibagikan kebeberapa pihak dan kalangan guna meminta dukungan untuk mengamankan program bantuan tersebut,” bebernya.

Apabila benar, lanjut dikatakan, justru hal tersebut telah menampar dan mempermalukan citra dan nama baik forum yang berisi para kiyai pimpinan pondok pesantren yang tentu sangat tidak pantas apabila bantuan untuk pondok pesantren justru di infaq kan kepada oknum FSPP.



“Terlebih, cara itu justru akan menimbulkan kesan buruk terhadap para kiyai dimata masyarakat dengan adanya uang bantuan yang dibagikan melalui FSPP untuk oknum, guna mengamankan program dari masalah yang ditakuti para kiyai bakal timbul dan dipersoalkan oleh oknum itu sendiri. Saya rasa polisi perlu bertindak dan memeriksa oknum FSPP tersebut apabila terbukti bersalah silahkan di tangkap dan di proses secara hukum yang berlaku,” tutupnya.

Reporter : aan/cecep sobari

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: