Wednesday, July 11, 2018

Masjid di Kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono Ala Bangunan China

MITRAPOL.com – Masjid Babah Alun yang bangunannya mirip miniatur dari China mulai dibangun pada bulan Agustus 2017. Dan sekarang berdiri kokoh di bawah kolong layang Jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono bertempat di RT 01 RW 07 Kelurahan Papanggo Kecamatan Tanjung Periuk Jalarta Utara.



Tempat berdirinya masjid yang dulunya merupakan tempat sampah yang sangat kotor dan bau, namun dengan berjalannya waktu disulap oleh H.M Yusuf Hamka menjadi tempat ibadah yang mulia. Ini karena orang yang punya inisiatif kolong tol dan tempat sampah itu biar tidak numpuk dan supaya kolong tol bermanfaat buat orang banyak akhirnya didirikanlah tempat ibadah yang begitu megah dan antik bangunannya dengan miniatur china bentuknya persegi delapan.

Masjid Babah Alun dibentuk sedemikian rupa dari pintu dan pelafon bagaikan awan dilangit serta dinding bertuliskan arab terjemahan huruf china, karena orang china biar bisa baca dan mengerti artinya. Tempatnya wudhunya juga antik, berwudunya pun dengan cara duduk baik tempat pria maupun wanita sehingga jamaahnya pun merasa nyaman yang membuat jamaah merasa dimanjakan seakan ingin berlama-lama di tempat wudhu.

Saat MITRAPOL.com meninjau langsung dan meminta keterangan dari Ustad Muntaha pengurus dan sekaligus sebagai Imam Masjid Babah Alun dirinya memberikan keterangan bahwa asal usul berdirinya masjid yang berbentuk mirip bangunan orang China asalnya nama Masid Babah Alun.

“Itu karena H.M Yusuf Hamka keturunan China makanya masjid ini dinamai masjid Babah Alun, karena Alun itu nama beliau ketika sebelum mualaf,” terangnya, Selasa (10/7/2018).

H.M Yusup sebagai pemilik masjid ini dulunya namanya Alun ketika sudah mualaf ganti nama menjadi H.M Yusuf Hamka dan beliau di Islam kan oleh Buya Hamka makanya beliau namanya ujungnya ada Hamkanya. “Masjid ini berbentuk ala bangunan china karena H.M Yusuf dari China dan beliau membawa ciri khas Cina, dan apabila orang Timur Tengah pun kalau mendirikan masjid di tempat lain pasti mereka berbau dan bergaya bangunannya mirip gaya timur tengah, makannya H.M Yusuf Hamka membuat masjid ini dengan gaya china,” terangnya.

Bangunan Masjid ini catnya dibuat beberpa warna yakni hijau, merah dan putih. Semua warna cat ini mengandung arti, hijau itu bertanda sejuk menyatu dengan alam dan merah itu artinya kebahagiaan dan putih itu bertanda suci makanya orang yang masuk ke mesjid ini biar merasa sejuk dan bahagia serta harus bersuci diri.


“Masjid ini bukan hanya untuk orang mualaf saja, tapi masjid ini untuk umum siapa saja yang mau sholat ke mesjid ini diperbolehkan dan mudah-mudahan para jamaahnya yang sholat di mesjid ini mersa nyaman,” tutup Muntha.

Reporter : muklis

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: