Friday, July 13, 2018

Kepsek MAN Lubuk Pakam Terjaring OTT,  Kasat Reskrim Polres Deliserdang : Itu Bukan OTT Tapi Hanya Kita Amankan Saja

MITRAPOL.com - Begitu banyak pemberitaan yang menyebutkan bahwa kepala sekolah MAN Lubuk Pakam bernama Burhanudin Harahap terjaring OTT, namun Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Ruzi Gusman membantah dengan menyebutkan bahwa pihaknya hanya mengamankan saja untuk di periksa. Bukan itu saja, uang yang berasal dari sekolah sebanyak 165 juta juga turut di amankan oleh Kasat Reskrim Deli Serdang dan hingga kini belum di kembalikan.



Informasi yang di dapat Mitrapol.com, ada kejanggalan dalam melakukan pemeriksaan terhadap ketujuh petugas di sekolah, sehingga semuanya bisa di bebaskan. Kejanggalan itu di buktikan saat Dilokasi, bahwa pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah sebesar ±2.800.000 kepada siswa baru masuk itu bener ada. Biaya tersebut di pungli pihak sekolah dengan rincian untuk uang baju sebesar 800 ribu, uang pembangunan sebesar Rp 1 juta/siswa, uang SPP bulanan sebanyak Rp 80 ribu dan uang Eskul sebanyak Rp 100 ribu.

”Memang ada pengutipan sebesar 2.8 jutaan.kata pihak sekolah uang itu untuk biaya dengan rincian uang baju sebesar 800 ribu, uang pembangunan sebesar 1 juta,” kata orang tua murid yang takut di ketahui identitasnya.

Padahal Presiden Joko widodo telah mengeluarkan Perpres No 87 tahun 2016 tentang satuan tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di dunia pendidikan. Namun lucunya, aturan itu dianggap tidakdi Indahkan oleh Kapolres Deliserdang dan Kasat reskrim.

Terpisah, Saat di pertanyakan mitrapol.com kepada Kasat Reskrim Polres DS, AKP Ruzi Gusma, terkait OTT kepsek Man lubuk pakam dan 6 orang lainnya, kasat reskrim Polres DS mngatakan bahwa pihaknya tidak melakukan OTT namun mereka hanya mengamankan kepsek dan 6 orang lainnya untuk di konfirmasi dan mewawancarai  kepada personil sekolah yang terkait.setelah kegiatan kemarin, Polres Deli Serdang dan pihak sekolah akan bekerja sama dalam hal pengaawasan supaya tidak terjadi Mal Administrasi dan penyimpangan.

“itu bukan OTT, kami hanya mengamankan saja.makanya sudah lepas.jadi pihak sekolah dan kami akan mengawasi” kata Ruzi.

Ketika di Tanya mitrapol kembali bahwa mengamankan itu juga sama dengan OTT karena ada Pungli, tetapi kenapa Barang bukti berupa uang sebanyak 165 juta di tahan dan uang tersebut untuk apa?.

Beliau menerangkan bahwa uang tersebut apakah ada dana pungli dari yang di kumpulkan pihak sekolah,setelah di cek belum di temukan penggunaan yang salah.jika kedepan di temukan bukti baru, maka akan kami lakukan penindakan.karena itu pihak sekolah bersepakat untuk melakukan pendaftaran ulang sesuai aturan dan bersedia di awasi.

“setelah kami  cek belum ditemukan penggunaan  yang salah, jika nanti ada ditemukan bukti baru, maka akan kita tindak. Karena itu, pihak sekolah bersepakat untuk melakukan pendaftaran ulang” tambah Ruzi.

Saat di pertanyakan kembali oleh mitrapol,uang apa itu dan apakah uang sebanyak Rp 165 juta sudah dikembalikan, uang itu kenapa bisa sebanyak itu berada di sekolah saat pendaftaran siswa baru ?.

“Ruzi kembali menceritakan bahwa dirinya tidak tahu, kalau masalah uang tanyakan sama pihak sekolah.” ujarnya.

Akhirnya Ruzi menceritakan bahwa uangnya itu untuk keperluan siswa. orang tua murid yang menyerahkan ke sekolahnya untuk di belanjakan ke koperasi disertai dengan surat yang di tanda tangani oleh orang tua Murid.jadi pengawasan terhadap penggunaan uang di ketahui bersama.

“uang itu untuk keperluan siswa, maka diserahkan ke sekolah untuk di belanjakan ke koperasi di sertai dengan surat pernyataan dari wali murid.” Tutupnya.

Reporter : hermansyah

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: