MASIGNCLEANSIMPLE101

Dugaan Kasus Korupsi Percetakan Sawah Kabupaten Buton Utara 2012-2014 Mengendap

MITRAPOL.com – Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (LIPIDAK) akhirnya kembali menyorot kasus dugaan korupsi percetakan sawah di Kabupaten Buton Utara tahun 2012-2014.



Kepada MITRAPOL.com, Mawan selaku Sekretaris LEPIDAK Sultra membeberkan, jika kita melihat kembali masalah dugaan kasus korupsi percetakan sawah, yang ditangani oleh pihak Polda Sultra sampai akhir ini belum juga terselesaikan khususnya di Tipikor Polda Sultra.

“Entah kenapa kasus dugaan korupsi ini sampai hari ini, belum diselesaikan oleh pihak Tipikor Polda Sultra. Sampai sekarang belum terselesaikan dan mandek begitu saja tanpa ada kepastian hukum yang jelas,” ungkap Mawan dalam pesan WhatsApp, Selasa (10/7/2018).

Kasus dugaan korupsi percatakan sawah di Kabupaten Butur tahun anggaran 2012-2014, diketahui sudah kurang lebih 6 tahun ditangani oleh Penyidik Tipikor Polda Provinsi Sulawesi Tenggara tak kunjung selesai. Pihak LEPIDAK Sultra menilai bahwa ada dugaan menelantarkan kasus ini oleh penyidik.

“Kami juga sudah laporkan di Kejaksaan Tinggi Sultra terkait kasus ini, tetapi sebaliknya pihak Kejaksaan Tinggi diwakili Muhamad Sukur SH, Intel Kejaksaan Tinggi mengatakan kasus ini sudah ditangani Polda Sultra dan pihak Kejati tidak bisa mengambil alih kasus ini, karena itu sudah wewenang Polda Sultra,” ucap Mawan.

Masih katanya, maka dari itu kami meminta kepada pihak Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) agar membuka kembali kasus korupsi percetakan sawah di buton utara, yang melibatkan kadis pertanian saat itu, dan sejumlah petinggi di dinas pertanian butur.

“Karena mereka diduga kurang melakukan pengawasan secara khusus, maka terjadi dugaan korupsi. Sebab pekerjaan percetakan sawah pada tahun 2012 sampai 2014 yang begitu kelihatan langsung pada masyarakat, yang sudah ditumbuhi rumput-rumput, dan tidak ada sisi manfaatnya pada masyarakat,” kata dia.

Maka supervisi hukum utamanya kepada pihak Tipikor Polda Sultra, agar secepatnya menuntaskan kasus dugaan korupsi percetakan sawah Kabupaten Buton Utara tahun anggaran 2012-2014 yang diduga melibatkan Kadis Pertanian saat itu yang menghabiskan anggaran besar kurang lebih Rp 8 miliar yang tidak ada asas manfaat bagi petani dan masyarakat di seluruh Kabupaten Buton Utara.



“Jika pihak penyidik Tipikor Polda Provinsi Sulawesi Tenggara tidak segera menuntaskan kasus dugaan korupsi percetakan sawah Kabupaten Buton Utara tahun anggaran 2012-2014. Maka kami akan melaporkan kasus ini kepihak Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta dan Mabes Polri dalam waktu dekat ini. Dan kasus dugaan korupsi percetakan sawah sudah berulang kali di beritakan di media, tapi kasus korupsi terombang ambing dan sampai sekarang tidak jelas,” tukas Mawan dengan kesal.

Reporter : usman
: