Tuesday, July 10, 2018

Diduga Ada Sabotase Terkait Meledaknya Bangunan IPAL

MITRAPOL.com - Bangunan IPAL KOMUNAL SANIMAS IDB yang meledak beberapa waktu lalu (20/6) yang hampir menewaskan seorang bocah lima tahun dan sempat viral di medsos yang sempat membuat gerah para Pejabat Pemko Binjai, akhirnya Kadis PUPR bidang Cipta Karya angkat bicara.



Kabid Cipta karya kota Binjai Ridho Purnama memberikan keterangan kepada wartawan Mitrapol.com diruang kerjanya, Senin (9/7) menjelaskan kalau ledakan tersebut di duga adanya sabotase yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan ini sesuai dengan data.

"Dari hasil investigasi yang kami lakukan dengan melibatkan beberapa pihak Diantaranya: Central Project Management Unit (CPMU), National Project Management Central (NPMC), Regional Project Management Consultant (RPMC), Satgas PSPL Pemprovsu, Tenaga Ahli Management Kota (TAMK) dan Ex. TPL, adanya indikasi atau sabotase yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Ditambahkannya, Bangunan IPAL Komunal IDB yang di bangun dari dana Islamic Development Bank (IDB) tahun 2017 di duga adanya sabotase tersebut tidak serta merta muncul melainkan adanya beberapa keganjilan yang kami temukan seperti : bangunan penutup atau atap bangunan pendukung atau atap bangunan pendukung dari IPAL yang rusak tersebut akibat terjangan Menhole yang lepas dari posisi dudukannya, pipa hawa udara atau pelepas tekanan udara /gas ada di buat di dalam tiang (hal ini sudah di test dan tidak ada penyumbatan).

Untuk kontruksi bangunan IPAL sudah sesuai SOP nya namun Ada keganjilan seperti adanya informasi bahwa adanya salah seorang warga yang meminta tanda tangan warga yang bertujuan untuk menolak atas bangunan IPAL tersebut, meskipun bangunan tersebut sudah selesai di bangun, kemudian adanya kehilangan pipa hawa udara yang di buat di tiga titik pada bangunan IPAL tersebut dan juga adanya kehilangan Bohlam yang ada di bangunan IPAL tersebut.

"Keganjilan yang lain kita temukan dan sangat mencurigakan kami yaitu hilangnya baut dari penutup Setler sehingga menimbulkan asumsi bahwa ada seseorang yang dengan sengaja membuka tutup satler namun tidak menutupnya, sehingga sewaktu ledakan terjadi penutupnya terhempas keudara," ujarnya.

Ketika di pertanyakan oleh wartawan mitrapol.com atas tindak lanjut kedepanya, Ridho Purnama menjawab, "Kami akan mengundang kembali para pihak terkait beserta warga untuk membahas atau merembungkan terkait peristiwa ledakan bangunan IPAL Komunal IDB tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan di teruskan dengan membuat laporan kepihak berwajib," pungkasnya.

Reporter : tolhas pasaribu

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: