Tuesday, June 12, 2018

Program 100 Mahasiswa Mengejar Ketertinggalan Pendidikan di Mappi

MITRAPOL.com – Program Bupati Mappi Papua dalam membuat segala kebijakan utamanya untuk menyekolahkan anak pribumi sebanyak 100 orang ke universitas Sanata Darma di Jogj sangat disambut antusias warga Mappi. Hal ini diungkapkan Maurits Kabagaimu Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran saat ditemui di ruangnya, Kamis (07/06/2018) belum lama ini.

Maurits Kabagaimu Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab. Mappi Papua.

“Peminat menjadi guru ini sangat banyak sehingga yang mendaftar menjadi mahasiswa untuk disekolahkan menjadi guru melebihi kuota yang ada. Tetapi ini sangat baik agar persaingan diantara pendaftar yang sudah terdaftar saat seleksi nanti bisa maksimal. Kami memerlukan guru yang terpanggil bukan karena terpaksa hanya mencari lowongan kerja,” ucap Maurits.

Dikatakan lebih lanjut, para calon mahasiswa guru ini akan melalui tahapan penyeleksian secara selektif dimulai dari administrasi dan tes kemampuan yang akan dilakukan oleh team universitas Sanata Darma.

“Seleksi ini di rencanakan tanggal 25 Juni hingga 28 Juni 2018, mengenai pembiayaan setelah terpilih nya seratus orang calon mahasiwa tersebut, akan ditanggung oleh pemeritah daerah Mappi. Menyangkut besar biayanya akan dihitung secara baik dan di kalkulasikan dengan benar agar tidak mengalami kendala nanti nya,” tandas Maurits.

Lanjut Maurits, calon mahasiswa akan membuat perjanjian dan kesepakatan dengan dinas, bahkan perjanjian ini juga melibatkan dinas dan orngtua mereka. Diharapakan dengan perjajian tersebut calon mahasiswa ini dapat menyelesaikan kuliah nya dengan tepat waktu maksimal 4 sampai 5 tahun saja, dengan nilai kelulusan 2,5 atau lebih IP nya.

“Saya harapkan seratus orang ini merupakan mereka yang terpangil karena ini misi khusus dari daerah Kab. Mappi yang diembankan pada mereka, untuk belajar dan membawa kembali ilmu tersebut yang di ajarkan pada generasi penerus di daerah Mappi. Dan untuk selanjutnya kita akan pertahankan hubungan dengan media massa apalagi media nasional,” ucap Maurits Kabagaimu.

Sementara pandangan banyak kalangan mengenai unsur publikasi ke media di Kab. Mappi ini sangat kurang. Karena minim nya informasi dan keterbukaan daerah pada dunia luar (publik), sehingga banyak yang belum mengetahui Kabupaten Mappi yang merupakan pemekaran dari Merauke ini, dimana hal itu berbeda dengan dua kabupaten lainya, seperti Bovendigoel dan Asmat yang merupakan sama-sama wilayah pemekaran dari Merauke.

Reporter : yanes

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: