Sunday, June 10, 2018

PB di PT Lateksindo Toba Perkasa Bertentangan dengan Hukum, Disnaker : Itu Sah dan Terdaftar di Kantor Kami

MITRAPOL.com - Tampaknya kesejahteraan para buruh pabrik sudah tidak pernah lagi di rasakan. Bahkan perlahan-lahan kesejahteraan buruh pun dikhawatirkan menghilang dan lenyap begitu saja. Bagaimana tidak, saat ini persekongkolan para perusahaan dengan Disnaker DS di balik layar ini jelas sangat merugikan kaum buruh. Inilah yang terjadi di Perusahaan PT. Lateksindo Toba Perkasa yang terletak di jalan Medan-Binjai Kec. Sunggal Kab. Deliserdang.



Fakta yang terjadi, puluhan buruh di kenakan PHK lantaran di suruh mengundurkan diri di perusahaan ini. Alasan perusahaan di PHK lantaran buruh-buruh tersebut menikah, sungguh tidak masuk di akal sehat dan logika?.

Sementara itu, konfirmasi yang kami dapatkan dari eks buruh PT. lateksindo Toba Perkasa bernama Diana Br. Nainggolan menjelaskan, bahwa dirinya di PHK bulan 1 kemarin tahun 2018, lantaran ingin melangsungkan pernikahan.

"Saya bekerja sudah 7 tahun. Saya tidak tahu ada peraturan perusahaan kalau menikah di PHK. Sehingga saya di paksa membuat surat pengunduran diri, tapi saya tidak tahu surat tersebut ternyata menghilangkan hak saya," sesal Diana.

Diana juga melihat bahwa ada yang menikah sesama karyawan di perusahaan tersebut tidak di PHK. Saya dengan terpaksa membuat surat pengunduran diri lantaran alasan perusahaan kepada saya, bahwa aturan ini di atur oleh Pemerintah Republik Indonesia dan juga di sahkan oleh Disnaker Deliserdang.

Dengan kondisi Hamil muda, Diana meminta kepada orang-orang yang dia kenal untuk membantunya membuat surat pengaduan mohon perlindungan hukum ke Presiden Joko Widodo. Agar kasus ini mendapatkan perlindungan dari Presiden Republik Indonesia.

Di singgung watawan, apakah Diana mau kembali bekerja di perusahaan tersebut?. Dengan nada sedih Diana menyatakan bahwa dirinya pada dasarnya masih ingin bekerja di Perusahaan tersebut.

"Saya saat ini tidak ada penghasilan apapun, suami saya membolehkan saya bekerja. Dengan bekerja akan dapat meringankan kebutuhan kami," ucap Diana yang juga menceritakan bahwa dirinya sudah 7 tahun bekerja di Perusahaan ini.

"Saya menikah bulan 12 tahun 2017 lalu, saat di bulan 1 tahun 2018 saya di PHK dan di paksa untuk membuat surat pengunduran diri," bebernya.

Sementara Kepala Disnaker Deliserdang, Norma Siagian SE, Map didampingi Pegawai mediasi Mustamar SH, MH saat di konfirmasi mitrapol.com di kantornya dirinya berkilah bahwa tidak ada memihak ke Perusahaan.

"Aturan itu sah dan terdaftar di Disnaker. Kalau masalah keberatan dengan surat pengunduran diri. Silahkan laporkan ke Polisi dan kami siap menjadi saksi ahli bila di perlukan," ucapnya.

Reporter : hermansyah

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: