Tuesday, June 12, 2018

Kapolsek Tamansari Press Confrence Ungkap Tindakan Kriminal

MITRAPOL.com - Polsek Tamansari Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ruly Indra Wijayanto. SIK, MSI dalam keterangan Press Conference dihalaman Mapolsek Tamansari, Jalan Blustru No. 1, RT. 009, RW. 003, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (11/6/2018).



AKBP Ruly Indra Wijayanto. SIK, MSI menerangkan dimana dalam kegiatan pengamanan perserta SOTR gabungan dari Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tamansari berhasil mengamankan peserta SOTR dan anggota Kepolisian berhasil menemukan barang narkoba seperti narkotika jenis Shabu sebanyak 30 gram yang disimpan pelaku pada bungkus rokok pada Minggu (10/6/2018), pukul. 01 : 30 Wib.

"Barang yang diamankan itu didapat dari kedua pelaku Sahur On The Road(SOTR) saat Operasi Cipta Kondisi pengamanan dibulan Suci Ramadhan 1439, Minggu dini hari (10/6/2018), Shabu 30 gram yang disimpan bungkus rokok, barang-barang berbahaya diantaranya senjata tajam berupa Parang, Clurit, Pistol mainan, Gir motor, petasan dan satu plastik miras merk Rajawali disekitar Kawasan Kota Tua Tamansari, Jakarta Barat," terang AKBP Ruly Indra Wijayanto. SIK, MSI.

Selanjutnya, dalam pengamanan Minggu (10/6/2018) kemaren, ujar Kapolsek Tamansari, turut juga mengamankan barang terlarang kembali diamankan.

”Dimana saat anggota kami melakukan penyekatan para peserta SOTR, petugas kepolisian melakukan tindakan untuk melakukan pengecekan.

Dari tindakan itu, sambung AKBP Ruly, petugas berhasil mengamankan barang barang berbahaya berupa senjata tajam.

”Parang, golok, pistol mainan, gir motor, petasan, samurai, dan satu plastik miras merk rajawali disekitar kota tua taman sari Jakarta barat,” bebernya.

Dalam proses penyidikan, masih menurut AKBP Ruly, diindikasikan peserta SOTR ini kemungkinan untuk melakukan tindakan kejahatan tawuran. "Dimana para pelaku yang kita amankan berinisial MR (20) dan AGH (15) dari para pelaku diamankan 5 bilah celurit ukuran sedang dan bergagang kayu," jelasnya.



”Dimana guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal UU darurat No.22 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun,” tambahnya.

Reporter : sugeng
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: