Sunday, June 10, 2018

Datangi Kantor Disperindag Gowa, Pedagang Ini Protes Namanya Tidak Terdaftar

MITRAPOL.com - Adanya dugaan penjualan terhadap lapak-lapak yang ada di Pasar Sentral Sungguminasa, Kab. Gowa yang mana ada beberapa nama yang diduga sengaja dilengserkan oleh pihak dari ketua panitia dalam hal ini Disperindag Kab. Gowa.

Surat edaran pertama

Seperti yang dialami Keluarga Hj. Asma dimana dikatakan bahwa awalnya dirinya  dan anak nya sudah punya toko lapak disana (pasar sentral sungguminasa). Namun menurutnya saat didata mereka sebanyak 30 lapak yang ada, namun begitu keluar pengumuman hasilnya 28 lapak yang ada namanya terdaftar dan ini sesuai data yang dilayangkan dari pihak panitia Pedagang Kaki Lima Disperibdag. Kab.Gowa yang ditandatangani Randi Mahmud, S. Sos pada tanggal 28 Mei 2018.

"Saya kecewa dan tidak terima, karena tiba-tiba ada keputusan tersebut dengan surat pemberitahuan yang kedua yang baru kemarin diterima. Dimana tiba-tiba nama anak saya Hasmi Andria Nur yang disurat pertama namanya berada diurutan ke 18," sesal Hj. Asma, Kamis, (07/06/2018) saat ditemui mitrapol.com didepan Kantor Disperindag Kab. Gowa yang datang didampingi anaknya.

Sementara pada saat pertemuan tanggal 20 Mei 2018, dirinya mengakui tidak ada pemberitahuan dengan adanya verifikasi selanjutnya. "Karena dikatakan disana itu banyak lapak yang kosong, jadi saya kira ada permainan memperjual belikan ini lapak disana. Ada pihak yang bermain didalamnya," akunya ada sekitar 9 nama yang digeser termasuk nama anaknya.

Sementara dalam surat kedua dimana daftar nama nama yang sebelumnya sebanyak 28 berkurang menjadi 19. Artinya ada beberapa nama yang sudah terdaftar tidak lolos verifikasi dimana nama tersebut ada nama Hasmi Andria Nur. Dan delapan nama lainnya juga yakni Dg. Baji, Hj. Fatmawati, Syarul Dg. Rama, Syaharuddin Dg. Ngemba, Nurbaya, Hj. Rita, Indah, Hj. Sungguh, dan ST. Munawarah.

"Sementara posisi No.18 yang sebelumnya nama Hasmi Andria Nur diganti dengan nama Dg. Raga di No. 14, yang tidak ada nama sebelumnya didaftar tersebut,". protesnya.

Surat edaran kedua

Hingga berita ini ditayangkan  pihak Disperindag Kab. Gowa belum memberikan tanggapan terkait protesnya salahsatu pedagang lapak itu.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: