Tuesday, May 15, 2018

Terungkap, Penangkap Nelayan di Bayah Ternyata Oknum LSM

MITRAPOL.com – Polres Lebak dibantu jajaran Polda Banten telah berhasil mengungkap latarbelakang penyerangan warga nelayan benur yang mengakibatkan ratusan nelayan berbuat anarkis dengan merusak kantor Mapolsek Bayah pada, Sabtu (12/5/2018) lalu dipastikan akibat salah paham.



Kapolda Banten Brigjen Listyo Prabowo saat turun meninjau kondisi Mapolsek Bayah pasca diserang para nelayan menjelaskan penyerangan diawali adanya penangkapan nelayan dan tabrak lari yang diduga oleh anggota Mapolsek Bayah.

“Kami akan selidiki dulu siapa anggotanya karena pihak polisi belum tahu siapa oknumnya," tuturnya.

Setelah melakukan penangkapan terhadap pelaku perusakan (Nelayan). Polisi lalu melakukan pengembangan olah TKP diwilayah pesisir pantai bayah mencari pelaku penangkapan nelayan yang berbuntut pada penyerangan kantor polisi.

Setelah menggali informasi polisi pun segera mengejar para pelaku dan dalam pencarian tersangka polisi berhasil membekuk salah seorang bernama Hendra Efendi yang ternyata warga desa Cihara dan berprofesi sebagai anggota LSM.

Dari situlah polisi dapat mengungkap bahwa penangkapan terhadap H. Anwar dan Bubun sama sekali bukan dilakukan oleh anggota polisi bayah, melainkan oleh oknum anggota LSM yang mengaku sebagai anggota polisi.

Pantas saja, warga nelayan menyerang kantor mapolsek untuk menanyakan temannya yang ditangkap oleh polisi. Namun sangat disayangkan pada saat pihak Mapolsek Bayah menjawab tidak tahu dan tidak ada penangkapan. Para nelayan justru malah merusak kantor dan fasilitas secara anarkis.

Saat menangkap H. Anwar dan Bubun pada Sabtu (12/05) lalu, Hendra Efendi ternyata yang mengaku sebagai anggota polisi rupanya tidak sendiri melainkan bersama tiga orang teman diantaranya Toha, Sudin alias Jalu dan Ade warga Wanasalam yang semuanya berprofesi wiraswasta/anggota LSM.

Sejumlah awak media belum banyak mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengingat pihaknya sedang memburu tiga tersangka Toha, Sudi/Jalu dan Ade yang sudah melarikan diri.

Selain itu belum diketahui apa tujuan mereka mengaku sebagai anggota polisi bayah dan apa maksud mereka menangkap H. Anwar dan Bubun, bahkan parahnya lagi mereka juga menabrak lari dua orang nelayan hingga mengalami luka berat.

Akibat ulah konyol mereka Mapolsek bayah menjadi sasaran dan berbuntut kasus penyerangan para nelayan ke kantor mapolsek bayah dengan menghancurkan gedung dan merusak fasilitas hingga membakar mobil patroli.

Dari tangan Hendra Efendi, Polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 Unit Mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan Nomor polisi B1539PKL yang dipakai untuk menangkap dan menabrak lari nelayan oleh pelaku.


Selain itu barang bukti 1 Handphone merk Polytron tipe PL 4M6 milik Bubun yang diduga dirampas oleh pelaku saat dimasukan kedalam mobil dan diturunkan ditempat sepi.

Reporter : cecep sobari

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: