Friday, May 25, 2018

Tanggapi Berita Hoaks 319 Media Abal-abal, MITRAPOL Kecam Redaksi riau1.com

MITRAPOL.com - Tersiarnya berita yang di muat redaksi riau1.com berjudul “Beredar Postingan di Whatsapp 319 Media Diduga Media Abal-Abal, Inilah Daftar Medianya”, yang tayang pada Senin, 21 Mei 2018 mengundang tanda tanya dan kegeraman para jurnalis bahkan pemilik media massa.

Link berita hoaks riau1.com yang menyudutkan sejumlah wartawan dan pemilik media massa.

Akibat mencuatnya pemberitaan itu, petisi, somasi dan tuntutan pun dibuat sejumlah pemilik media massa dan wartawan yang namanya tercantum dalam isi pemberitaan riau1.com, Jumat (25/5/2018).

Seperti yang dilontarkan Aktivis Jurnalis D.Manurung dimana dirinya akan melaporkan riau1.com terkait dengan pelanggaran terkait Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 40 ayat (2a) Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Lalu, Pasal 40 ayat (2b) Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sampai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.19 Tahun 2014 tentang Penanganan Situs Bermuatan Negatif.

Manurung mengatakan, bicara hoax itu ada dua hal. Pertama, berita bohong harus punya nilai subyek obyek yang dirugikan. Kedua, melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 28 ayat 2 itu berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)”

“Kalau berita-berita itu menimbulkan kebencian, permusuhan, dan mengakibatkan ketidak harmonisan di tengah masyarakat. Sanksinya hukuman (pidana penjara) selama enam tahun dan/atau denda Rp1 miliar,” tutup D. Manurung dikutip dari beberapa media massa, Jumat (25/5/2018).

Saksikan Videonya Disini

Perwakilan di Kabupaten/Kota Malang mengungkapkan keresahannya atas berita riau1.com yang memviralkan berita bohong yakni menyebut 319 media diduga abal-abal, menurutnya mestinya pihak riau1.com sadar bahwa medianya sendiri yang bodrek?.

“Kami akan melakukan somasi terhadap media terkait, dan akan memohon pada Dewan Pers dan Polri untuk menindak lanjuti penyebar berita fitnah itu, apa lagi media riau1.com tidak terdaftar di Dewan Pers,” jelasnya. (baca juga : Berita 319 Media Abal-abal Adalah Propaganda Pers)

Hal senada juga disampaikan Wartawan mitrapol.com yang bertugas di Kabupaten Bekasi bernama Rossa dimana namanya disebut dalam pemberitaan itu dengan urutan 155 Rossa - Mitrapol, dirinya mengungkapkan bahwa berita yang ditulis media riau1.com itu tidak memenuhi unsur jurnalistik dan dinilai melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Kami akan segera mengambil tindakan, banyak bukti bahwa berita itu adalah berita Hoax, kenapa harus dimuat?. Dan belum ada konfirmasi sama sekali dengan Kominfo atau Dewan Pers. Salah satu bukti Hoax disitu pada daftar nomor 64 Metro TV News dan liputan6 salah satu media besar dibilang abal-abal,” tegasnya.

Dirinya juga meminta pertanggungjawaban pihak riau1.com, agar melakukan klarifikasi kepada dirinya, selaku orang yang di cemarkan nama baiknya.

“Ini jelas-jelas pencemaran nama baik saya dan redaksi, dimana komunikasi yang sudah saya bangun dengan para mitra saya dipertanyakan akibat dampak pemberitaan yang di muat riau1.com ini,” tutur Rossa yang memiliki nama lengkap Neni Triyatna ini.

Tak sampai disitu, Dadang Rachmat Pemimpin Redaksi MITRAPOL yang juga merasa di rugikan dengan adanya pemberitaan itu menegaskan bahwa manajemen riau1.com nampak tidak profesional dan berimbang dalam memberitakan.

“Ini jelas pelanggaran kode etik dan pencemaran nama baik. Apa ini hanya untuk menaikkan popularitas riau1.com sehingga kabar yang di sebar melalui WhatsApp itu langsung di publikasi tanpa di koreksi dan di konfirmasi kebenarannya,” ucapnya.

Kami sebagai pengelola media dan ratusan Wartawan serta Pemilik Media yang telah di rugikan meminta agar manajemen riau1.com bertanggungjawab atas pemberitaanya itu. “Kriteria media abal-abal itu adalah yang suka menebar berita hoaks, fitnah dan ujaran kebencian salah satu nya yah riau1.com ini yang terlihat tidak intelektual dan profesional,” tandas Dadang.

Reporter : sugeng
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: