Breaking News

Tuesday, May 15, 2018

Satu Keluarga Terduga Teroris Bom Tiga Gereja di Surabaya

Satu Keluarga Terduga Teroris Bom Tiga Gereja di Surabaya

MITRAPOL.com - Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri satu keluarga terdug pelaku teroris sempat berpelukan dan menangis bersama usai sholat subuh Minggu (13/5/2018).




Hal tersebut di sampaikan oleh salah Seorang petugas Keamanan di Komplek perumahan tempat keluarga tersebut tinggal.

Satpam Komplek perumahan Wisma Indah Blok KK no 22 RT. 002, RW. 003, Rungkut-Surabaya, yang enggan disebutkan namanya mengatakan. “Mereka Subuh tadi sholat berjamaah di mushola Komplek, tapi ada yang beda, usai sholat satu keluarga tersebut berpelukan sambil menangis,"tuturnya.

Satu keluarga pelaku terduga teroris tersebut selama ini tinggal di suriah dan baru beberapa bulan tinggal di sini,"ungkap satpam Komplek.

Sang ayah bernama Dita Oeriyanto di duga menjadi otak ledakan bom dan pembagi tugas untuk istri dan anak anaknya melakukan aksi ledakan bom bom bunuh diri.

Berikut pembagian tugas aksi bom bunuh diri yang di lakukan oleh satu keluarga tersebut.

Dita Oepriyanto (ayah) bertugas melakukan ledakan bom di gereja GPPS Jl Arjuno

Puji Kuswati (Ibu) melakukan bom bunuh diri di Gereja Dipenogoro. Di gereja tersebut Puji melakukan Bom bunuh diri dengan melibatkan kedua anaknya yakni Fadilasari 12 tahun, dan Pemela Riskita 9 tahun.

Sedangkan anak pertama dan kedua yakni Yusuf Fadil 18 tahun, Firman Halim 16 tahun bertugas meledakan Gereja, Ngagel, Surabaya.

Petugas kepolisian yang mendatangi rumah satu keluarga terduga pelaku teroris tersebut menemukan banyak bom rakitan di beberapa ruangan.

Reporter : sugeng
Editor : grey andresta

Disclaimer: