Breaking News

Tuesday, May 15, 2018

Pertamax dan Pertalite Lebih di Minati Selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di Sultra

Pertamax dan Pertalite Lebih di Minati Selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di Sultra

MITRAPOL.com – Memasuki bulan Suci Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah/2018. PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII akan mengantisipasi peningkatan konsumsi energi, baik bahan bakar minyak maupun elpiji, di wilayah Sulawesi.

Dimas Mulyo Widyo Saputro, Sales Executive Retail IV wilayah Sulawesi Tenggara, PT Pertamina (Persero)

MOR VII memprediksi kenaikan konsumsi BBM jenis Pertamax tertinggi dibandingkan dengan BBM lainnya yakni meningkat 12,8% atau 237 Kiloliter (KL)/hari, sedangkan konsumsi Premium diprediksi naik sekitar 11,9% atau 4.262 KL/hari dibanding dengan rata-rata realisasi harian normal.

“Guna memastikan ketersediaan BBM dan elpiji dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H 2018 Pertamina menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang bersiaga mulai tanggal 5 Juni hingga 25 Juni 2018. Selama masa Satgas ini, dan pertamina melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM dan LPG di seluruh wilayah pulau Sulawesi yang mencakup enam provinsi dari Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan, dan termasuk Sulawesi Tenggara,” ujar General Manager Marketing Operation Region VII, Tengku Fernanda.

Region Manager Retail Fuel Marketing VII, I Ketut Permadi Aryakuumara menjelaskan, secara keseluruhan di wilayah Sulawesi untuk bahan bakar minyak atau gasoline, konsumsi tertinggi akan diprediksi terjadi pada tanggal 14 Juni 2018 atau H-1 Idul Fitri 2018 dengan kenaikan sebesar 44% yakni 9.547 KL dibanding konsumsi normal. Sementara konsumsi tertinggi untuk bahan bakar diesel atau gasoil diprediksi terjadi pada tanggal 26 Juni 2018 atau H+11 yakni sebesar 3.099 KL atau naik sebesar 39% dibandingkan konsumsi normal.

“Maka untuk Provinsi Sulawesi Tenggara, selama masa satgas, konsumsi Pertamax diprediksikan naik 11,11% atau 20 KL/hari disusul dengan Pertalite naik 10,03% yakni 355 KL/hari dibanding konsumsi normal per produk. Sedangkan konsumsi Premium naik 9,17% yakni 488 KL/hari dibanding konsumsi normal 447 KL/hari. Maka Peningkatan konsumsi tertinggi untuk ketiga BBM ini dipredisikan terjadi pada tanggal 14 Juni 2018 atau H-1 Idul Fitri. Hal ini menggambarkan konsumen Sulawesi tenggara lebih memilih Pertamax dan Pertalite sebagai bahan bakar kendaraan mereka, karena jarak tempuh yang lebih jauh dibanding BBM lain,” ujar Ketut Permadi.

Dan di sisi lain, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat selama masa satgas, untuk wilayah Sulawesi, total konsumsi LPG subsidi 3 Kg bagi masyarakat miskin selama masa satgas diprediksi akan naik 9% atau sebesar 38.505 Metrik Ton (MT).

Dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 35.474 MT, sedangkan total konsumsi LPG non subsidi termasuk Bright Gas diprediksikan sebesar 2.767 MT atau naik 5%.

Dibanding total konsumsi normal bulanan sebesar 2.636 MT, maka kenaikan ini terutama ditopang oleh peningkatan konsumsi Bright Gas tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg, yang semakin diminati konsumen.

Sementara itu, lanjut Ketut Permadi, di Sulawesi Tenggara, konsumsi harian LPG subsidi 3 Kg selama masa satgas diprediksikan naik 11% menjadi 138 MT/hari, dan konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+2 pasca Idul Fitri yaitu naik 11% dibandingkan konsumsi harian normal 124 MT/hari.

“Untuk konsumsi LPG non subsidi rumah tangga diprediksi naik 17% yakni 12 MT/hari dan konsumsi tertinggi diperkirakan terjadi H+13 pasca Idul Fitri yaitu naik 132% dibandingkan konsumsi harian normal 10 MT/hari,” ungkapnya.

Di bidang aviasi, stok Avtur pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman. Konsumsi bahan bakar pesawat udara ini di wilayah Sulawesi diprediksikan akan meningkat selama H-7 Idul Fitri yakni naik 7% atau sebesar 1.382 KL/hari dibanding konsumsi rata-rata harian normal 1.292 KL/hari.

“Konsumsi Avtur di Bandara Wolter Monginsidi, Sulawesi Tenggara diprediksi naik 13,2% selama H-7 Idul Fitri atau sebesar 59 KL/hari dibanding rata-rata konsumsi harian normal 52 KL/hari,” ujar Ketut Permadi.

Tengku Fernanda menambahkan, selain meningkatkan stok BBM dan LPG di TBBM dan SPBBE serta di lembaga penyalur, agar memastikan stok BBM dan LPG terpenuhi selama masa satgas.

Maka pertamina juga melakukan upaya lainnya yakni di sisi operasional BBM, optimalisasi mobil tanki dan awak mobil tanki serta menyiapkan mobil tanki Dispensing System/Mobile Dispenser, untuk penyaluran LPG, Pertamina telah menyiapkan 236 Agen LPG dan 2697 pangkalan LPG siaga di wilayah Sulawesi, Khusus di wilayah Sulawesi tenggara terdapat 32 agen LPG dan 320 pangkalan LPG siaga.

“Disamping itu, di sisi penyalur, Pertamina meningkatkan setoran, memberikan kredit dengan Term of Payment selama 3 hari, serta berkordinasi dengan pihak Bank persepsi agar tetap beroperasi selama libur Idul Fitri 1439 H/2018, dan kami juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak Dishub, Disperindag, Kepolisian, dan ESDM, serta melakukan himbauan dan sosialisasi baik melalui media elektronik maupun media sosial,” jelas Tengku Fernanda.

Selama bulan Ramadan 1439 H, Pertamina juga meningkatkan layanan bagi konsumen dengan program Pembagian Takjil Gratis di beberapa SPBU wilayah Sulawesi, bagi pelanggan elpiji, terdapat program Tukar Tabung LPG 3 Kg, di beberapa SPBU di wilayah Sulawesi.

“Hanya dengan menukarkan 2 tabung kosong LPG 3 Kg, konsumen berhak mendapatkan 1 tabung Bright Gas 5.5 Kg (sudah termasuk isi) dengan cukup membayar biaya isi ulang senilai HET setempat,” pungkas Tengku Fernanda.

Pertamina berkomitmen untuk memastikan pasokan BBM dan LPG di masyarakat terpenuhi khususnya selama masa Ramadan dan Idul Fitri 1439 H/2018.

Saat mitrapol.com, bertandang di depot pertamina wilayah Sulawesi Tenggara pada hari Selasa (15/5/2018), diruang Dimas Mulyo Widyo Saputro sales Executive Retail IV Sulawesi Tenggara PT Pertamina Persero.

Dirinya mengatakan Masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk menyampaikan informasi apabila terjadi kendala dan hambatan distribusi BBM dan LPG yang dapat disampaikan melalui Contact Pertamina 1-500-000 atau melalui SMS ke 0815-9-500000 dan email pcc@pertamina.com.

Reporter : usman gunung jati

Disclaimer: