Wednesday, May 16, 2018

LSM Dinamika Minta Polisi Buka Identitas 4 Oknum LSM yang Tertangkap di Bayah

MITRAPOL.com - Kasus tertangkapnya empat orang oknum anggota LSM yang diduga pemicu insiden perusakan kantor mapolsek bayah 12-Me1 lalu kini menimbulkan dampak buruk bagi seluruh nama baik Lembaga Swadaya Masyarakat dikabupaten lebak.



Pasalnya keempat oknum tersebut telah bertentangan dengan Visi-Misi kelembagaan yang tertuang di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) LSM manapun.

Atas kasus tersebut tidak sedikit kalangan masyarakat bakal menjustik bahwa keberadaan LSM dikabupaten lebak tidak membawa kebaikan.

"Aneh saja dilihatnya LSM tidak punya Siltap,Gajih atau honor tapi kok banyak sekali peminatnya?," tanya warga lebak selatan yang tidak berkenan ditulis namanya.

Menurut Solihin Kayat, selaku Sekertaris LSM Dinamika provinsi banten kepada media. Dirinya keberatan jika LSM yang punya Visi-Misi sebagai pungsi kontrol sosial malah dianggap tidak ada nilai positifnya "Kalau ada oknum LSM melanggar hukum tetap harus diproses sesuai Undang-Undang,kami mendukung itu, tetapi jangan menjustik bahwa semua LSM buruk" tuturnya.

Tambah Solihin"Semestinya pengurus masing-masing LSM memiliki bukti integritas tertulis dan punya standar kompetensi individu saat rekrutmen anggota,selain itu pembinaan sangatlah penting agar dalam tugasnya tidak ada yang keluar dari kode etik," paparnya.

Berkaitan dengan kasus dimapolsek bayah yang kini ditangani polda banten,Solihin kayat meminta agar pihak kepolisian terbuka soal identitas empat orang oknum LSM tersebut.

"Indonesia ada LSM,Ormas dan OKP,Sebaiknya polisi sebutkan saja mereka oknum dari LMS mana,biar semua tau jelas dan tidak mencoreng nama semua lembaga yang ada,kami juga mau tau apakah mereka dari LSM,Ormas,atau OKP"Pungkasnya.

Sekertaris jendral Laskar Merah Putih-LMP:Badru munir menyatakan hal serupa.

"Kami akan pertanyakan dan meminta kepada pihak polda banten untuk menyebutkan nama lembaga para oknum tersebut,karena kasus ini bisa mencoreng nama seluruh LSM,Ormas dan OKP,kita semua bisa kena dampak jika tidak disebutkan," tegasnya.

Sebagian kalangan menilai bahwa keberadaan LMS bukan tidak berdampak positif namun dinilai gagal melakukan pembinaan dan sistem rekrutmen baik pengurus maupun anggotanya.

Disampaikan Sobarna salah seorang warga kecamatan sobang "Kita prihatin melihat para pengurus yang asal asalan dan mengabaikan soal SDM calon anggotanya, Ada yang tidak lulus SD bisa bergabung dan dan bahkan ada yang tidak lulus SD loh..!

"Ada juga yang menggembala kerbau tiap hari ternyata masuk anggota, kan itu lucu..!. Bukan bermaksud merendahakan skil seseorang tapi secara logika jelas sangat meragukan kinerja mereka," pungkasnya.

Reporter : cecep sobari

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: