Monday, May 14, 2018

KPUD Lebak Gelar Sosialisasi Pilkada 2018 di Kecamatan Sobang

MITRAPOL.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)kabupaten lebak menggelar sosialisasi pilkada 2018 didesa sindang laya kecamatan sobang pada, Minggu (13/5/2018).



Sosialisasi tersebut dalam rangka melaksanakan simulasi pungut-hitung suara dengan jumlah DPT 497 ditambah 2,5% Surat suara cadangan.

Mengapa di kecamatan sobang?. Sebagaimana didalam hasil pleno KPUD Lebak menetapkan kecamatan sobang menjadi tuan rumah untuk simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Lebak 2018 yang berlokasi di TPS-2 Desa Sindanglaya.

Acara tersebut dihadiri oleh KPU Provinsi dan Kabupaten Lebak, Bawaslu Lebak, Panwascam Sobang beserta seluruh PPL, PPS se Kecamatan Sobang dan juga tim pemenangan paslon Iti-Ade serta pemilih TPS-2 Desa Sindang Laya Sobang.

Ono Sutarna selaku Kketua PPK Sobang menjelaskan tujuan simulasi tersebut memilik 3 dasar penting dalam pilkada. Pertama agar dapat diketahui kekurangan dan kelebihan untuk acuan evaluasi dalam pelaksanaan pilkada, yang kedua adalah agar mengetahui hasil kinerja KPPS dalam menjalankan Tugad Pokok dan Pungsi (Tupoksi) dimasing-masing desa. "Dan terakhir adalah untuk mengetahui capaian dan tingkat partisipasi warga," tuturnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj. Bupati Lebak, Polres Lebak, Camat Sobang, Polsek Sobang, Danposmil Sobang dan beberapa Camat lain seperti Camat Sajira dan Camat Cipanas.

Ono Sutarna berharap agar tidak ada kesalahan dalam melaksanakan pilkada pada, 27 Juni 2018 mendatang.

"Kami belajar dari kesalahan dan kami berharap agar tidak ada lagi kekurangan dalam pelaksanaan pilkada nanti," pungkasnya.

Seputar pilkada Lebak 2018 yang akan berlangsung antara paslon tunggal (H.Iti-H.Ade) dengan kolom kosong sebagai lawan dalam pesta demokrasi atau pemilu 27 Mei mendatang.



Mengutip dari salah satu media online bahwa relawan Barisan Juang Kolom Kosong (BAJUKOKO). Kini tengah mewaspadai indikasi kecurangan terhadap PNS/ASN akan terulang dalam pilkada lebak tahun 2013 hingga MK saat itu memutuskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) akibat pelanggaran yang bersifat sistematis, terstruktur dan masif. Hal demikian disampaikan koordinator tim bajukoko, Ahmad Hakiki dalam siaran persnya, Minggu (13/5).

Reporter : cecep sobari

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: