Wednesday, May 16, 2018

Ketua DPD Join Gowa : Kepolisian dan Pemerintah Harus Aktif Patroli Diwilayah Makassar

MITRAPOL.com - Tindakan kriminalitas di seputaran poros Jalan Cendrawasih tepatnya di jalan Baji Pangasseng, Kecamatan Mamajang, Makassar menelan korban lagi, herannya tidak ada tindakan yang komprehensif di daerah ini oleh pihak aparat kepolisian khususnya jajaran Polrestabes Makassar dan Pemerintah setempat.



Dimana tindakan para premanisme didaerah tersebut sudah tidak terkendali lagi, pasalnya pihak aparat kepolisian kurang peka dan seharusnya intens melakukan pengawasan dan berpatroli didaerah tersebut.

Dimana pada malam naas tersebut korbannya sebanyak 3 orang, dimana 1 orang warga Malengkeri Makassar dan 2 orang warga Kabupaten Gowa, salah satunya anak dari Ketua DPD. Join Gowa yang bernama Dhana.

Saat ini mereka bertiga tergeletak di RS Bhayangkara Makassar dengan mengalami luka yang sangat mengenaskan, Wahyu adalah warga Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, kota Makassar, yang bergandengan bersama temannya harus kehilangan 2 jarinya akibat keganasan geng preman yang ada di jalan Baji Pangasseng tersebut

Wahyu bersama dengan 2 korban lainnnya,yang diketahui Dhana dan Fahmi masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara. Ungkap salah satu keluarga korban saat ditemui Minggu, 13/05. Sekira pukul 15:00 wita.

Dg. Mangka adalah Orangtua dari Dhana mengatakan bahwa anaknya mengalami luka menganga dibagian belakang kepala, luka lebam bengkak diwajah dan matanya, luka dalam didada karena sudah mengalami muntah darah hingga 5 kali. Sedangkan Fahmi mengeluarkan darah ditelinga, luka di kepala dan penuh luka di seluruh wajahnya. Ungkap Ketua DPD. Join Gowa, Dg. Mangka panggilan Syarifuddin Djaenaf. Saat dikomfirmasi lewat Whatsappnya.

Adapun diketahui bahwa saksi mata Yusran, kronologis kejadian berawal "bahwa sepulang dari pantai losari bersama Dhana dan Fahmi melewati jalan Cendrawasih sesampai di depan jalan Baji Pangasseng tiba tiba mereka dipalangi bambu oleh pelaku tanpa sebab dan tanpa diketahui permasalahannya apa, setelah kami terjatuh langsung mereka menyerang membabi buta dengan parang dan balok, saya sempat lolos lari setelah terjadi penyerangan," ungkapnya nya.

Sementara korban lainnya wahyu di keroyok beberapa waktu saat melintas juga di tempat kejadian, menurut penuturan saksi mata yang lain yang tidak ingin disebutkan namanya "bahwa wahyu kehilangan jari karena saat di tebas dia memegang mata samurai terus pelaku tarik itu samurai," ujarnya dengan terbata bata.

Saya masih sempat lihat Dhana dari kejauhan berkelahi dengan belasan orang pelaku, saya kesana mau bantu tapi pelaku sudah kabur semua," tambahnya.

Ditambahkan Mangka, Sedangkan paman korban Dhana, Dadang Dg. Nai yang kesal mengatakan, kalau pihak kepolisian tidak bisa mengamankan pelaku sampai malam ini (Sabtu malam) maka jalan Baji Pangasseng dan sekitarnya akan dipenuhi orang Pallangga dan Bajeng akan turun untuk mencari para pelaku.

"Apa susahnya polisi mencari pelaku karena disana itu banyak cctv di setiap ruko, kami siap berlakukan hukum adat untuk mengamankan preman preman ini,"ucapnya dengan nada geram.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: