Saturday, May 12, 2018

Kajari Terbitkan DPO Terkait Korupsi Sound System dan Mesin Tik di Dinas Pendidikan Binjai

MITRAPOL.com - Terkait korupsi Sound System di Dinas Pendidikan Kota Binjai, Kajari Binjai melalui Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) telah menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka dugaan korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar Tahun Anggaran 2011, sebagai tersangka diketahui bernama Dodi Asmara, rekanan Dinas Pendidikan Binjai yang merupakan Direktur CV Aida Cahaya Lestari (ACL), Kamis (10/5).



Kajari Kota Binjai, Victor Antonius Saragih ketika dikonfirmasi awak media, Jum'at (11/5) membenarkan, bahwa pihak penyidik telah mengeluarkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut.

Dijelaskannya, Dodi Asmara dianggap tidak kooperatif dalam pemeriksaan, karena Dodi Asmara sudah tiga kali mangkir dalam panggilan penyidik. "Penyidik telah keluarkan Surat DPO, dan kami juga sudah koordinasi dengan Kajati Sumut, ujar Victor.

Selain mengeluarkan Surat DPO, tersangka yang merupakan rekanan pelaksana pengadaan barang itu juga sudah di cekal untuk keluar Negeri.
Menurut Kajari, penyidik sudah berupaya mengendus keberadaan yang bersangkutan beserta aset -asetnya.

Perlu diketahui ada dua tersangka dalam kasus tersebut, tersangka yang satu lagi dari PPK kooperatif, kata Victor.

Ditambahkannya, dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, penyidik belum melakukan penahanan, dan kami juga sudah meminta bantuan kepada Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Sumut guna mendapat informasi kerugian negara dari Auditor yang Independen.

"Hasil Audit (kerugian negara) Rp. 200 Juta yang merupakan hasil dari hitungan Jaksa. BPKP Sumut akan mengundang kita (Kajari Binjai) terkait surat permohonan kami, dan kami sudah mendapat balasan, dan minggu depan kami akan menghadiri undangan tersebut," ujar Victor.

Ditambahkannya, penyidik telah menetapkan dua tersangka masing-masing Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan pelaksana pengadaan barang, Direktur CV. Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara. Penyidik telah menetapkan mereka sebagai tersangka pada 28 Maret 2018 silam.

Selanjutnya, dugaan penyelewengan pengadaan Suond System dan Mesin Tik fiktip yang dilakukan Dinas Pendidikan kota Binjai bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1,2 miliar. Pihak penyidik juga sudah memeriksa sekitar 10 Kepala Sekolah sebagai saksi.

Bahkan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu pintu, Ismail Ginting yang saat itu menjabat Disdik pernah memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik sebagai saksi pada rabu akhir Maret lalu. Kasi Pidsus Kajari Binjai Hery P. Situmorang menepis kabar bahwa Ismail Ginting sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik, Ismai Ginting hanya sebagai saksi.

"Belum, Ismail Ginting hanya sebagai saksi, namun tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru," kata Hery.

Reporter : tolhas pasaribu

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: