Thursday, April 19, 2018

Polsek Metro Penjaringan Bekuk Ayah Bejad Pelaku Pencabulan Anak Kandung

MITRAPOL.com – Aksi bejad dilakukan oleh TRM bapak kandung dari AT Siswi kelas 2 SMP dengan mencabuli AT yang notabene adalah anak kandungnya sendiri. Hal itu diketahui setelah AT mengeluhkan sakit di bagian kemaluan nya kepada SM ibu kandungnya.



Mengetahui hal tersebut SM sebagai ibu kandung korban tak berpikir lama, dirinya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Penjaringan, Polres Metro Jakarta Utara, Polda Metro Jaya.

Diceritakan SM, bahwa TRM melakukan aksi bejadnya kepada AT pada Senin (16/4/2018), sekitar pukul 23.30 WIB di dalam kontrakannya di lantai 2 ukuran 3 X 4 persegi di Jalan Lele Telukgong Kelurahan Penjagalan saat dipengaruhi minuman keras.

“TRM ini seperti bajingan tengik, AT adalah anak kandungnya kenapa dia tega berbuat bejad seperti ini. Saya harap TRM di hukum seberat-beratnya, sebab binatang saja memperlakukan anaknya dengan baik namun ini kok manusia seperti tidak ada kewarasannya,” beber SM kepada MITRAPOL.com.

Sementara kepada awak media, Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar SIK. M.si didampingi Kanit Reskrim Kompol Mustakim SH, MH serta jajaranya mengatakan, menurut undang-undang perlindungan anak di bawah umur dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 undang-undang RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pelaku di ancam pidana kurungan penjara 20 tahun.

“Barang bukti (BB) yang diamankan Polsek Metro Penjaringan diantaranya satu buah celana panjang warna hitam muda, satu buah celana dalam warna merah, dan satu BH warna merah motif, serta satu buah sarung warna coklat,” kata Kapolsek.

Dikatakan lebih lanjut, TRM sebagai tersangka pelaku pencabulan anak kandungnya sendri yang masih duduk di bangku SMP mengakui perbuatanya. Pelaku menenggak minuman keras sebelum melakukan perbuatannya, kemudian korban AT dibekap dan langsung melakukan perbuatan bejadnya itu.

“Pelaku minum minuman keras agar saat mencabuli korban terbayang-bayang kalau itu adalah ibunya. Pelaku juga mengiming-imingi korban akan membelikan apapun yang di inginkan korban dan perbuatan itu dilakukan pelaku saat keadaan lingkungan rumah sepi dan ketika kakak korban sedang keluar rumah,” tutur AKBP Rachmat.


“Ketika pelaku sudah melampiaskan napsu bejatnya lalu mengancam korban bilamana melaporkan kejadian ini korban tidak akan diakui sebagai anak dan akan diusir,” tutup Kapolsek.

Reporter : muklis

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: