Monday, March 19, 2018

Tiga Pilar Provinsi Maluku Bersinergi Kampanyekan Anti Hoax

MITRAPOL.com – Polda Maluku bersama TNI dan Pemerintah Daerah bersinergi menggelar kampanye dengan mengajak masyarakat melawan hoax. Kampanye anti hoax dilakukan di kawasan Jalan AY Patty Ambon yang dihadiri unsur TNI-Polri, Pemerintah Daerah serta Elemen Masyarakat.



“Kami beserta TNI dan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, meminta masyarakat lebih bijak menanggapi berita yang beredar dan turut memerangi berita hoax yang beredar,” kata Brigjen Pol Hasanudin kepada mitrapol.com, Senin (19/03/2018).

Kampanye antihoaks yang dilakukan sangat penting karena berita hoaks itu jahat, saat ini tidak sedikit masyarakat yang memercayai berita hoaks sehingga menimbulkan perpecahan.

Ia mengatakan, di era digital berita dengan mudah menyebar dan diterima masyarakat, tetapi kemudahan akses ini sebagian orang menyebarkan berita hoax demi beragam alasan dan tujuan.

Masyarakat, katanya, harus cerdas jika mendengar atau menerima berita yang kurang dipercayai. Jangan mencoba untuk ikut memviralkan berita tersebut, karena UU ITE telah mengatur bukan hanya yang menyebarkan fitnah, tetapi yang meneruskan postingan sebagai penyebaran fitnah juga bisa kena.

"Kita mengajak masyarakat untuk mencerna mana berita yang bisa dipercaya, meragukan dan mana berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Dijelaskannya, pilkada serentak dalam waktu dekat akan digelar, karena itu momentum ini harus dikawal sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita hoaks.

"Kita berharap masyarakat yang menerima postingan yang kira-kira bisa terkena pasal UU ITE, sebaiknya tidak langsung meneruskan ke orang lain agar tidak terjebak dalam informasi hoax,” tukasnya.

Wakapolda menambahkan, kampanye anti hoax diharapkan dapat memupuk asa masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon agar lebih aman lagi.

“Dan masyarakat dapat lebih sadar hukum serta bijak dalam mengelolah informasi yang diterima lewat media sosial,” tutupnya.

Reporter : moh fagih difinubun

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: