Thursday, March 15, 2018

Sintya dan Reni Berhasil Lumpuhkan Pelaku Aksi Pepet dan Rampas di Kedoya Selatan

MITRAPOL.com - Polsek Kebun Jeruk Polres Metro Jakarta Barat mengamankan 2(dua) pemuda spesialis pepet rampas Handpone(HP) di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta Barat, berkat kecekatan korban Sintya Miranda bersama temannya Reni Assaidanita yang merupakan pelajar kelas X di SMK Budi Murni 2, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018), pukul. 14 : 30 Wib.



Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Marbun. SH, menerangkan saat itu korban Sintya Miranda bersama temannya Reni Assaidanita yang merupakan pelajar kelas X di SMK Budi Murni 2 pulang dari sekolah dengan berboncengan sepeda motor, tanpa disadari mereka dibuntuti pelaku, saat melintas di Jalan Pilar, pelaku menyalip dari sebelah kiri dan langsung mengambil HP korban yang diletakkan di kantung motor depan.

Usai rampas HP korban pelaku langsung kabur dengan motor, korban pun reflek berteriak ‘Maling’ sehingga mengundang perhatian massa, berkat dibantu massa pelaku dikejar hingga motor pelaku terjatuh dan warga menangkap kedua pelaku.

“Kedua pelaku (RI san LM) sudah kami amankan bersama barang bukti satu Unit HP merk Oppo new 7 warna putih dan satu unit sepeda motor milik pelaku," terang Kapolsek Kebun Jeruk Polres Metro Jakarta Barat.

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Marbun. SH, menegaskan,  Dirinya bersama Jajaran akan selalu menekan angka kriminalitas dan aksi premanisme di wilayahnya sehingga masyarakat dapat bisa nyaman dan kondusif untuk melakukan segala aktifitasnya.

“Sesuai arahan Pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi. SIK, MH untuk menekan angka kriminalitas dan tidak segan-segan untuk menindak tegas terukur jika mencoba melawan petugas.” Tegasnya

Kini, Mereka (pelaku) yang merupakan warga Semanan Kalideres Jakarta Barat meringkuk di Mapolsek Kebon Jeruk untuk diperiksa lebih lanjut dan diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana kurungan penjara maksimal tujuh tahun.


Sintya mengatakan seperti biasa saya pulang sekolah berboncengan dan Hp di taruh dibawa stang, sempet kaget motor saya dislip dari sebelah kiri para pelaku, dengan reflek saya berdua teriak sambil mengejarnya, "pas kebetulan banyak yang membantu mengejar pelaku, akhirnya si pelaku jatuh, dan ditangkap oleh masa,"ucap Sintya Miranda.

Reporter : sugeng
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: