Tuesday, March 13, 2018

Pemda MTB Tutup Mata, Harga Beras Meroket dan Kopra Memprihatinkan

MITRAPOL.com - Pemerintah Pusat dewasa ini gencar memperhatikan Ekonomi Kerakyatan diberbagai bidang teristimewa Komoditi Unggulan Pertanian Perkebunan, Kelautan dan Perikanan seperti di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) salah satu Komoditi unggulan adalah Kopra sebagai komoditi unggulan hasil perkebunan Masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang bertajuk Duan Lolat itu.



Hal ini disampaikan salah seorang warga Desa Wowonda Kecamatan, Kec. Tanimbar Selatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang enggan namanya disebut, saat kembali dari Kota Saumlaki menjual hasil perkebunan (KOPRA) dengan harga tiga ribuan hingga empat ribu per kilogram kepada mitrapol.com melalui Whatsapp, Senin malam, 12 Maret 2018.

“Dengan menjual KOPRA sekarung lima puluh kilo tidak dapat membeli beras sekarung yang harganya kini meroket hingga Rp. 290.000,-/Karung,” kata dia.

Dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara serta Wakil Rakyat yang berada di Parlemen Maluku Tenggara Barat untuk segera memperhatikan hal ini secara serius dan tuntas dengan melakukan operasi pasar.

Sementara hasil pantauan Tim di Saumlaki Maluku Tenggara Barat (MTB) menyebutkan melalui WA Group bahwa Monopoli ekonomi yang kini mencuat akibat minimnya investasi sejak tahun enam puluhan yang menjadikan pengusaha di Kabupaten bertajuk Duan Lolat itu, keenakan tanpa tanggung jawab social atau CSR dan malah ditiadakan akibat egonya. Hal ini sungguh sangat disayangkan masyarakat setempat karena dengan sesuka hati menaikan harga pangan beras tersebut tanpa persetujuan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Tiga Distributor unggulan di Maluku Tenggara Barat ini dengan sesuka hati menaikan harga barang karen memiliki armada angkutan laut sendiri, dengan demikian maka dengan program Pemerintah tentang Tol Laut Sabang sampai Papua hendaklah memperhatikan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) sebagai Kabupaten terluar dan berada di perbatasan Negara Indonesia-Timur Leste-Australia dan PNG sehingga pemerataan dan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat segera mengambil langka-langka tegas terhadap praktek perekonomian yang tidak kemanusiaan ini. Ironisnya, harga beras sekarung yang awalnya Rp.225.000/per karung ternyata dalam waktu sekejap naik hingga Rp.290,000/karung.

Sementara, pada hari Jumat 9 Maret 2018 oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) menjual beras kepada masyarakat setempat dengan harga per karung 15 kg Rp. 100.000 atau Rp.6.600/kg dari beras stok tahun 2017 namun setelah kembali di rumah ternyata kwalitas beras tersebut tidak memenuhi standar sehingga masyarakat pembeli mengembalikan beras tersebut kepada Penjual (Pemda MTB).


Masyarakat Maluku Tenggara Barat berharap kiranya mereka juga dapat menkomsumsi Nasi dari beras yang berkwalitas dan paling minimal kwalitas standar nasional Indonesia.

Reporter : nor safsafubun

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: