Sunday, March 11, 2018

Mencari Sesuap Nasi, Penambang Emas Melawan Arus Maut Kali Degeuwo

MITRAPOL.com - Maraknya Pemberitaan Terkait dengan begitu Banyaknya Emas yang berhamburan Di pesisir Kali Degeuwo, Tapi kenyataan nya tidak Seperti isu Publik yang selama ini beredar di Masyarakat. seperti yang Terlihat, dengan melawan maut hadapi derasnya kali Degeuwo, beberapa penambang bertahan hidup dan berusaha mencari butiran emas untuk mendapatkan sesuap nasi di pesisir kali degeuwo kecamatan Bogobaida kabuapten Paniai. Senin, (12/3/2018).



Siapapun akan tergiur dengan mendengarkan Kata butiran Emas, sebab emas identik berkaitan dengan kata uang banyak. Salah satu Penambang yang tidak ingin di sebut namanya di kali Degeuwo kepada mitrapol.com menjelaskan, bahwa bekerja di wilayah pertambangan Emas sangatlah menjanjikan dan juga sangat tidak menjanjikan. Sebab apa yang kita cari adalah sebuah benda yang belum tentu benda itu ada. 

"Memang benar isu dimana di pesisir kali degeuwo sangat banyak butiran emas, akan tetapi hal itu di temui warga sudah kurang lebih 15 tahun lalu, dimana orang-orang pertama yang tiba di daerah ini," tutur penambang yang enggan namanya disebutkan.

Lanjutnya. bila saat sekarang ini Kami tinggal berusaha dengan sekuat tenaga dan keberanian untuk melawan Arus di tengah kali degeuwo, untuk bisa mendapatkan butiran emas. dan hal itu kami harus mengeluarkan modal atau pinjam (ngutang-red) bahan makan maupun bahan bakar minyak di kios-kios terdekat untuk menjalankan pekerjaan. 

"Akan tetapi, dengan persiapan seperti itu, kami sering gagal dalam pekerjaan, di sebabkan oleh cuaca yang tidak menentu. Sebab kami bisa bekerja dengan baik bila cuaca panas atau kemarau, bila hujan barang-barang atau fasilitas kami untuk bekerja secara otomatis hanyut di bawah banjir kali degewo," jelasnya.

Dan di dalam kondisi seperti itu, di saat belum dapat hasil kami sudah berhutang di kios-kios terdekat, dan di saat musim hujan kami harus istirahat kerja, untuk menunggu cuaca membaik atau air kali degewo surut baru bisa melakukan kegiatan pencarian emas selanjutnya. "Mengenai hasil kerja yang sering kami temui selama ini hanya terkadang bisa menutupi pengambilan di kios-kios, tapi harapan kami dalam bekerja selalu ingin agar di beri hasil yang lebih, tapi itu adalah rahasia Tuhan," tambahnya sang penambang. 

Di tempat yang sama, seorang penduduk asli Papua yang berdomisili wilayah tersebut, Petrus menuturkan, bahwa kali degeuwo sudah tidak seperti dulu, kalau dulu emas banyak, tapi sekarang kami kerja dapat emas tapi hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pagi ambil beras di kios, sore dapat emas jual baru bayar.



"Kami bersama masyarakat pendatang bekerja sama untuk mencari hidup, biar sedikit kami bisa makan, dan kami tidak mau bila ada perusahaan masuk kerja, kami mau tambang ini agar anak cucu kami bisa merasakannya, sebab kalau perusahan kerja, kami tinggal nonton saja, lebih baik kami kerja sendiri dan bisa makan setiap hari" tutup Petrus.

Reporter : ronald karambut

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: