Thursday, March 8, 2018

Menalar Peta Pertarungan Pilkada Maluku

Masih dengan tema yang sama, karena memang sekarang sedang panas-panasnya untuk membahas hal ini. Ya, Pilkada selalu menjadi menjadi perbincangan utama disemua ruang publik saat ini, baik pada level regional maupun nasional karena pilkada ini dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni 2018. Begitu juga dengan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku yang sesuai dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Nomor : 182/HK.03.1-Kpt/81/Prov/II/2018 tanggal 12 Februari 2018 tentang Penetapan Pasangan Calon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018 dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Nomor : 187/HK.03.1-Kpt/81/Prov/II/2018 tanggal 13 Februari 2018 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasangan Calon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018 yakni pasangan petahana Ir. Sais Assegaf dan Ir. Andreas Rentanubun (SANTUN) dengan nomor urut 1, Irjen Pol. Drs. Murad Ismail dan Drs. Barnabas Orno (BAILEO) dengan nomor urut 2, Herman Andrian Koeduboen, SH.,M.Si dan H. Abdullah Vanath, Sos.,M.MP (HEBAT) dengan nomor urut 3.

 Nardi Maruapey

Masing-masing paslon gubernur dan wakil gubernur provinsi Maluku yang bertarung pada pilkada ini tentunnya sudah diusung oleh partai politik yang digunakan sebagai kendaraan politiknya, pasangan SANTUN diusung oleh 3 Partai yakni, Golkar, PKS, dan Demokrat. Sementara pasangan BAILEO mendapat pengusung terbanyak yakni 8 partai diantaranya, PDIP, Gerindra, Nasdem, Hanura, PKB, PPP, PAN, dan PKPI. Sedangkan pasangan HEBAT lolos dengan jalur Perseorangan (Independent).

Dengan adanya tiga paslon yang maju dalam pertarurangan tentu akan semakin menambah persaingan untuk memperebutkan kemenangan, tiga poros sudah terbentuk dengan permainan politik yang pastinya berbeda. Di sisi lain, ketiga paslon ini hadir dengan latar belakang yang berbeda, SANTUN hadir sebagai sang petahana yang tentu masih mempunyai basis yang kuat untuk mendukung pasangan ini, sebab di momen politik apapun petahana punya potensi menang lebih dari lainnya. Tapi ada satu hal yang tak bisa dipungkiri bahwa inilah politik, apapun bisa terjadi, sebab untuk mempertahan kedudukan, jabatan, gelar atau semacamnya itu sangat sulit dari pada merebutnya.

Dilain tempat, BAILEO tampil sebagai pendatang baru di panggung perpolitikan Maluku, menariknya adalah walaupun sang calon Gubernur dari pasangan ini (Ini: dibaca BAILEO) adalah figur baru dalam dunia politik tapi partai pengusungnya adalah yang terbanyak dari kedua paslon yang lain, ini adalah satu poin yang menguntungkan. Namun tentu juga dengan banyaknya koalisi partai pengusung tidak dapat menjanjikan sebuah kemenangan. Sedangkan HEBAT yang juga hadir atas koalisi rakyat dan dukungan dari sebagaian masyarakat maluku karena tidak diusung oleh satupun partai politik sebagai kendaraan politiknya. Namun ini tentu tidak juga mempunyai pengaruh besar terhadap kedua pasangan dengan jargon HEBAT ini dan juga mengingat mereka (mereka: dibaca HEBAT) merupakan pemain lama dipentas pilkada maluku pada pertarungan pilkada maluku periode 2013-2018 kemarin

Melihat konstalasi politik seperti ini tentu masing-masing paslon dan tim pemenangnya haruslah bekerja secara baik dan serius dalam menduduki kursi pelaminan pada pilkada ini.

Dengan adanya tiga poros yang terbentuk ini dapat dipastikan bahwa proses pilkada maluku akan berjalan sampai pada putaran kedua, karena melihat pastinya dukungan masyarakat provinsi maluku akan terbagi. Jadi sungguh sangat menguras energi politik kita.

Tetapi pada akhirnya pun, selaku masyarakat maluku tentunya sangat menginginkan siapa yang terpilih nantinya dapat menjadi nahkoda yang baik untuk membawa maluku kedepan dalam hal pembangunan dan kesejahteraan rakyat disegala sektor dan sendi-sendi kehidupan masyarakat maluku. Terakhir, di pilkada, kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan seluruh masyarakat maluku bukan kemenangan kandidat yang bertarung.

Oleh :  Nardi Maruapey 
Pengurus HMI Cabang Ambon

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: