Friday, March 16, 2018

Lurah dan LMK Cengkareng Timur Bersitegang, Begini Jadinya?

MITRAPOL.com – Polemik antara Lurah dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Cengkareng Timur, Jakarta Barat kian membara. Pasalnya hal tersebut diduga ditenggarai saat diadakannya acara festival olahraga rakyat yang diselenggarakan setiap tahun, dan baru dilaksanakan beberapa bulan lalu.



Yuli Ardiansyah Lurah Cengkareng Timur saat menunjuk LMK sebagai panitia tanpa memberikan anggaran acara melontarkan bahasa yang kurang baik, sehingga tidak bisa diterima secara pribadi dan lembaga sehingga memicu keretakan hubungan antara Lurah dan LMK itu.

“Dengan kejadian tersebut, anggota LMK Kelurahan Cengkareng Timur, sepakat membuat surat mosi tidak percaya, dan dikirimkan ke Camat Cengkareng, Walikota Jakarta Barat, serta Gubernur DKI Jakarta. Dan untuk diketahui dari 17 RW, ada 10 anggota yang menandatangai mosi tidak percaya tersebut,” ucap Ketua LMK Cengkareng Timur, HM. Haidar Ulinnuha S. Sos, saat ditemui mitrapol.com, Jumat (16/3/2018).

Kini para anggota LMK yang berjumlah 17 orang, katanya, dari 17 RW se Kelurahan Cengkareng Timur itu, berkantor di rumah warga, yang tidak jauh dari kantor Kelurahan Cengkareng Timur, akibat lontaran bahasa Lurah yang kurang enak didengar kala itu.

“Bukan hanya itu saja. Yang sangat di sayangkan ketika ada lontaran bahasa yang kurang enak di terima, kemudian yang menjadi luka bagi organisasi adalah, tanpa ada konfirmasi, atau informasi ke pihak LMK, Kepanitiaan dipindahkan dari semula LMK ke Karang Taruna sebagai penyelenggaranya,” tukas Haidar sambil menahan rasa kecewa.

Menurutnya, Yuli Ardiansyah Lurah Cengkareng Timur kurang memahami sebagai sosok pamong yang seharusnya bisa menjadi pengayom untuk seluruh masyarakatnya.

Sementara Rizal U Sinurat SH, menambahkan bahwa Lurah Cengkareng Timur ini membuat manajemen seperti sebuah perusahaan swasta, bukan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

“Lurah seharusnya mencontohkan pimpinannya seperti Pak Gubernur Anies, yang bertutur sapa dengan santun, dia harus belajar dari para pemimpin diatasnya," sesalnya.

Saat di konfirmasi untuk menanyakan kebenarannya di ruang kerja Yuli Ardiansyah Lurah Cengkareng Timur mengatakan tidak ada apa-apa dan tidak terjadi apa-apa semua sudah selesai.

“Semuanya sudah selesai dan hubungan kami baik-baik saja,” ucapnya singkat sambil mengejar waktu sholat Jumat.

Sungguh ironis jika seorang Lurah tidak bisa menyelesaikan pokok permasalahan di dalam internalnya sendiri terkait dengan apapun itu.

Ditempat terpisah, Maryanto Ketua Forum RTRW DKI Jakarta angkat bicara terkait gesekan internal yang terjadi antara LMK dan Lurah Cengkareng Timur. Ini sungguh sangat disayangkan jika seorang pemimpin wilayah bisa melakukan pengusiran terhadap LMK yang ada di kubunya dari kantornya.


“Seharusnya jika ada salah paham di selesaikan secara internal dengan simbolisasi seorang pemimpin yang baik jangan cepat ambil langkah dengan hati yang panas, gunakan donk kepala dingin dipakai otak dinginnya,” tutup Maryanto.

Reporter : sukremi

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: