Saturday, March 10, 2018

LSM Acheh Future Tolak Keras Rencana Investasi Tanah Wakaf Orang Aceh di Arab Saudi

MITRAPOL.com - Terkait dengan rencana investasi egois tersebut, lembaga Acheh Future sebagai salah satu lembaga pemerhati sejarah dan kebudayaan Aceh melalui mitrapol.com, Sabtu (10/3).

Razali Yusuf

Ketua LSM Acheh Future mengajak pemerintah dan masyarakat Aceh untuk memberikan perhatian serius terhadap rencana tersebut sekaligus menyatakan sikapnya menolak rencana investasi tersebut.

"Alasannya, Tanah Wakaf dari Habib Bugak tersebut telah ratusan tahun dikelola dengan baik oleh Baitul Asyi di Arab Saudi, tanpa ada persoalan yang berarti. Dan hingga kini jama'ah haji Aceh bisa merasakan syafaat dari wakaf saudagar Aceh tersebut secara mudah," bebernya. 

Secara Etika, sebaiknya segala rencana dan keputusan Pemerintah Pusat berkenaan dengan kepentingan rakyat Aceh, haruslah dimusyawarahkan dulu dengan Pemerintah Aceh, DPR-Aceh dan lembaga terkait lainnya. "Sebab jika tidak, proses ini bisa melukai perasaan orang Aceh, dan bahkan bisa membuka kembali ingatan rakyat Aceh atas peritiwa yang menyakitkan dimasa dulu," ingat Razali Yusuf.

"Kami meyakini, walau pun sudah agak lama sembuh dari luka konflik, sebagian besar rakyat Aceh sepertinya lebih percaya pada Pemerintahan Arab Saudi dalam pengelolaan tanah wakaf yang hanya terpaut 400 meter dari Masjidil Haram tersebut," tambahnya.

LSM Acheh Future meminta kepada Pemerintah Aceh, terutama Gubernur Aceh agar melirik sejenak. "Anda adalah benteng utama dalam menjaga dan memelihara aset Aceh yang insya Allah akan terus menjadi amal jariah bagi almarhum Habib Bugak, mohon pastikan agar tanah ini tetap bisa terkelola dengan baik dan dapat dinikmati seperti sebelumnya oleh generasi Aceh selanjutnya," pinta Razali Yusuf.

Terakhir kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya yang masih peduli atas sejarah dan warisan Aceh. Hormati perjuangan dan peninggalan para pendahulu kita, yang telah berkorban begitu banyak untuk kita, "janganlah sampai peninggalan mereka justru lenyap dizaman kita, zaman dimana politik menjadi lebih menarik dibandingkan kehormatan dan kemuliaan bangsa," tutup Razali.

Reporter : zulkifli

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: