Thursday, March 15, 2018

Laskar Anoa Sulawesi Tenggara Unjuk Rasa Dibalai Sungai IV Kendari

MITRAPOL.com - Laskar Anoa Sultra, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai Wilayah Sungai IV Kendari (BWS IV). Mereka menolak pengusaha luar yang datang mengelola proyek pembangunan di Sultra.



Laskar Anoa merupakan Ormas yang turut prihatin atas ketidak mampuan pemerintah daerah dimana mereka seharusnya memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat Sultra.

Laskar Anoa juga mendesak Kepala Balai BWS IV Kendari agar memperhatikan pengusaha lokal yang ada di Sultra. Karena mereka mampu perusahaanya bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa serta berharap agar pemerintah mensupport dan memprioritaskan pengusaha lokal dalam melakukan proses lelang atau proyek kegiatan di Balai Wilayah Sungai (BWS IV) Kendari.

Dalam aksinya, Laskar Anoa Sultra, menilai bahwa pengusaha lokal selama ini di anak tirikan sebab ia tidak diberdayakan dalam proyek pembangunan di Sultra di bidang pengadaan barang dan jasa. Karena perusahaan mereka sesuai aturan pada pelelangan barang dan jasa

“Olehnya itu, kami meminta dan menuntut pihak Balai Wilayah Sungai (BWS IV), untuk dapat memberdayakan pengusaha lokal yang ada di wilayah Sultra,” kata Ketua Laskar Anoa Sultra Ahmad Baso.

Masih katanya, Stop Pengusaha luar dan porsikan Kue pembangunan untuk Pengusaha lokal yang ada di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara sesuai amanat undang-undang tentang pemberdayaan Masyarakat Lokal.

“Kami menolak pengusaha luar sebab selama ini pengusaha lokal hanya jadi penonton didaerahnya sendiri. Oleh sebab itu, pengusaha luar silahkan angkat kaki dari kampung kami ini,” tegasnya.

Sementara Dr. Eka Nugraha Abdi ST. MPPM Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS IV) Kendari yang ditemui pengunjuk rasa Laskar Anoa Sultra, serta melakukan hearing di ruang kerjanya mengatakan, bahwa dirinya fokus pada program pembangunan, terkait pemberdayaan pengusaha lokal dan pengusaha luar tidak ada tebang pilih terhadap pelelangan proyek, hanya mengacu pada proses lelang.


“Karena melaksanakan proyek, kami mengikuti aturan main proyek yang sesuai undang-undang,” tutupnya.

Reporter : usman

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: