Tuesday, March 13, 2018

Kerap Bolos, Kadis Pendidikan Maluku Sanksi Kepala SMAN 18 Watuwey

MITRAPOL.com - Tidak efektif menetap di tempat tugasnya, Anderias Lengwurnitua Kepala SMA Negeri 18 Watuwey Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Dikenakan sangsi oleh Saleh Thio, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.

Pengurus GMNI Cabang Ambon bersama Kadis Pendidikan Provinsi Maluku

"Atas laporan yang kami sampaikan kepada Kadis Pendidikan Provinsi Maluku. Hal ini adalah sebuah permasalahan yang musti di bijaki dan kenakan sangsi sesuai aturan ASN yang berlaku," kata Edward Oilira salah satu Toko Muda Asal Kabupaten MBD kepada mitrapol.com, Selasa (13/03/2018).

Dijelaskan, Kepala Sekolah yang di laporkan tersebut, bukan hanya satu dua hari saja dirinya absen di sekolah, tetapi berbulan-bulan. “bagaimana pemimpin kalau malas ke sekolah dan apa jadinya Guru dan Murid yang berada di sekola tersebut," katanya kesal.

Menurut dia, yang di takutkan kalau Kepala Sekolah yang malas semacam ini, sanggat membawa dampak yang buruk bagi siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah.

"Rajinnya mengajar Guru-guru di sekolah tergantung Kepala Sekolanya. Kalau Kepala Sekolah malas, maka sekolah tidak akan berjalan efektif. Apalagi akhir-akhir ini Orang Tua Siswa di MBD menuntut anaknya menerima pendikan yang layak," tambahnya.

Tak Hanya Itu, Edwar Oilira Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan GMNI Cabang Ambon mengapresiasi kepada Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, atas respon baik soal keluh kesah masyarakat terhadap kasus-kasu pendidikan yang berada di MBD.

“Olehnya itu, atas persolan yang terjadi, harapan saya kepada seluruh pihak sekolah baik itu sekolah dasar bahkan menengah yang berada di Kabupaten MBD, agar jadi peringatan bagi seluruh ASN khsusunya Kepala Sekolah maupun jajaran guru yang berada di daerah tersebut,” tegasnya.

"Kami Pengurus GMNI Cabang Ambon akan terus mengawal masalah-masalah yang ada di daerah Provinsi Maluku, khususnya Kabupaten MBD," tandasnya.

Reporter : moh fagih difinubun

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: