Friday, March 2, 2018

Kapolres Metro Tangerang Kota Kunjungi Ponpes Daarul Anshor

MITRAPOL.com – Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mendatangi Pondok Pesantren Daarul Anshor, yang beralamat di kampung Rawa Kepuh RT 02 RW 9 Desa Paku Alam Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang, Rabu (28/02/2018) sore.



Kedatangan Kapolres tersebut dalam rangka program Polisi Sambangi Pesantren (Polsantren) yang rutin dilakukan untuk bertemu dengan para ulama dan Tokoh Agama yang ada diwilayah hukumnya.

“Ya, program Polsantren itu bertujuan untuk silaturahmi kepada para alim ulama, bukan cuma itu saja, kami juga melakukan bedah rumah marbot dan bedah rumah para ustad-ustad dan itu salah satu program kita juga,” kata Kombes Pol Harry Kurniawan seusai acara, Rabu (28/2/2018).

Selain itu juga, Kata Harry, diprogram Polsantren ini kebetulan ada sekelompok Masyarakat yang merasa keresahan dari isu Hoax yang marak dimedsos. “Waspada harus, tapi jangan mudah percaya dari isu atau kabar bohong yang saat ini marak diperbincangkan dimedia sosial, yang namanya isu itu pasti bohong,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolres, yang penting di Tangerang selama ini sesuai fakta yang ada dari beberapa kali kejadian itu setelah pihaknya kumpulkan tokoh alim ulama setiap ada permasalahan semuanya dapat teratasi (clear) dan aman, serta Polisi ada ditengah-tengah masyarakat.

Ditempat yang sama menurut KH. Hasan Basri Ketua MUI Kecamatan Pakuhaji, menjelaskan bahwa masyarakat jangan mudah percaya dari isu hoax (bohong) yang dapat memecah belah umat.

“NKRI itu harus utuh, kita jangan mau dipecah belah oleh isu bohong yang menyebar fitnah. Satu kali kita menyebar berita fitnah kemudian dilempar lagi menjadi seribu fitnah itu dosanya lebih besar dari pada berzinah,” terangnya.

Selain itu menurut Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno mengatakan dalam kegiatan Polsantren ini pada prinsipnya bahwa polisi ingin selalu dekat dengan masyarakat serta memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi berkaitan dengan maraknya isu-isu atau berita yang memojokkan kepada para ulama atau ustad bahwa isu atau berita itu adalah bohong.

“Masyarakat harus tenang polisi ada ditengah-tengah dan polisi ada bersama masyarakat,” tandasnya.

Reporter : sukron
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: