Saturday, March 10, 2018

Anggota Dewan Gadungan Ribut di Kantor Samsat Medan Utara

MITRAPOL.com - Kantor Samsat Medan Utara di hebohkan dengan adanya keributan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai anggota dewan dengan pegawai samsat bagian Plat kendaraan.

Pabrik plat di Samsat Putri Hijau

Pasalnya, Anggota Dewan ini tidak di bolehkan oleh 2 oknum polisi bagian plat untuk merubah kendaraan plat merah dengan nopol : BK 1453 J menjadi plat umum (hitam) tanpa prosedur yang jelas.

Pantauan mitrapol.com, keributan yang terjadi di bagian plat ini sempat menjadi ramai. Namun, lucunya anggota dewan ini mengancam kedua orang polisi samsat bernama Aiptu Endri Nasri dan Bripka Hanafi Tanjung, apabila kendaraan dinas pelat Merah milik pemerintah ini tidak di rubah menjadi plat hitam oleh polisi samsat ini.

"Kalau tidak kalian rubah plat merah ini, awas kalian. Aku ini Anggota Dewan" tantangnya.

Sementara, dari hasil investigasi mitrapol.com, Anggota Dewan ini diketahui anggota dewan gadungan yang bernama Indra Utama, bekerja di Kantor Samsat Asahan sebagai Kasi PKB.

Saat di tanyakan mitrapol.com kepada Aiptu Endri Nasri kedatangan Anggota Dewan Gadungan ini ke kantor samsat Medan Utara untuk merubah plat merah BK 1453 J atas nama Badan PPRD Propinsi Sumatera Utara yang beralamat di Jl. Serbaguna No.10 Helvetia menjadi plat hitam tanpa ada prosedur.

"Kendaraan dinas yang di pakainya plat merah nopol : BK 1453 J, atas nama Badan PPRD Prov Sumatera Utara. dia (Indra) mau merubah plat merah menjadi plat hitam tanpa ada prosedur. Tidak kami keluarkan. Makanya dia marah dan ngancam kami," kata Endri kepada mitrapol.com.

Terpisah, sangat di acungkan jempol prilaku dan keberanian kedua orang polisi yang bekerja di samsat medan utara ini. Aiptu Endri Nasri dan Bripka Hanafi Tanjung telah berani menggagalkan kemauan anggota dewan gadungan ini. Walaupun dirinya di ketahui Kasi PKB di Kab. Asahan.

"Merubah plat kendaraan merah (Pemerintah) menjadi plat hitam (Umum) bukan mudah dan ada mekanismenya. Kalau kami keluarkan, kami bisa kena sanksi" kata Endri dengan tegas.

Reporter : tim

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: