Tuesday, March 20, 2018

Akibat Shock, Pahlawan Devisa Meninggal Dunia di Taiwan

MITRAPOL.com – Nahas, pada tanggal 22 Februari 2018 belum lama ini. Dani seorang warga Desa Mariuk, Kec. Tambakdahan Kab. Subang, Jawa Barat harus kehilangan nyawanya saat bekerja akibat kesetrum aliran listrik.



Mengetahui suaminya meninggal akibat kecelakaan kerja. Robiyanti (istri Dani) yang merupakan seorang PMI/TKI di Negara Taiwan pun harus menyusul Dani keliang lahat, akibat shock mendengar kabar buruk tersebut. Dan hal itu dibenarkan keluarga Robiyanti, saat dimintai keterangan nya, Senin (19/3/2018) di Desa Mariuk.

Sungguh dasyat musibah yang terjadi pada keluarga Robiyanti, pada tanggal 22 Februari 2018 (dani) suami PMI/TKI robiyanti mendapatkan kecelakaan kerja (kesetrum) dan meninggal dunia, hal ini dibenarkan oleh pihak keluarga.

dani dan robiyanti dikarunia anak laki-laki satu masih berumur 3 tahun yg bertempat tinggal di Desa Mariuk Kec. Tambakdahan Kab. Subang, ternyata kabar itu sampai ke Robiyanti yg sedang bekerja di Negara Taiwan sebagai TKI/PMI (pekerja migran indonesia).

Menurut keterangan, H. Indra Suparman Kasi Binapenta Disnakertrans Kab. Subang mengatakan, sesuai telegram/surat keterangan resmi dari KDIE di Taipe Taiwan bahwa pada tanggal 24 Februari 2018 majikan Robiyanti mendatangi kamarnya karena tidak kunjung keluar, dan ternyata didapatkan Robiyanti dalam keadaan terlentang dan sudah tidak bernapas didalam kamarnya.

“Hal itu diduga akibat Robiyanti tak kuasa mendengar kabar buruk dari kampung halamannya, dimana Robiyanti shock dan jatuh sakit. Dari hasil pemeriksaan forensik pihak Taiwan tadak ada tanda kekerasan, cuma di tempat TKP terdapat obat pelangsing, di duga almarhumah meninggal karena tekanan darah tinggi dan mengakibatkan pada tekanan jantung karena shok,” kata Indra Suparman.

Lebih lanjut dikatakan, setelah mendapatkan kabar dari keluarga bahwa Robiyanti meninggal dunia di Taiwan secara sigap kami melakukan croscek data sisko. Ternyata yang memberangkatkan adalah PPTKIS PT. Sukma Karya Sejati di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

“Karena almarhum berangkat tadak melalui Sponsor/PL, Robiyanti calling visa dari saudaranya di Taiwan jadi langsung mendaftar ke PT. SKS langsung, dan pihak PT. SKS membenarkan bahwa almarhum diberangkatkan oleh pihaknya, dengan segera pihak Disnakertrans Kab. Subang bekerjasama dengan PT. SKS mengurus kepulangan jenazah Robiyanti ke Indonesia,” kata dia.

Sementara menurut keterangan Udin Wahyudi Ketua Umum Paguyuban Petugas Perekrut Dan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) bahwa pada tanggal 15 Maret 2018 akhirnya jenazah almarhumah Robiyanti bisa pulang ke tanah kelahirannya di Desa Mariuk Kec. Tambakdahan, Kab. Subang. Pihak Disnakertrans dan pihak PT. SKS melakukan penjemputan jenazah almarhumah di Bandara Soekarno Hatta Tanggerang dan ikut serta Organisasi P4MI organisasi yang mewadahi perekrutan dan PMI/TKI dalam segala hal baik dalam kegiatan seperti ini atau pun bila terjadi permasalahan terhadap TKI yang sedang bekerja di luar negeri.

“Akhirnya Jenazah almarhumah Robiyanti sampai ke kampung halaman pada jam 20.00 WIB, disambut oleh keluargannya dengan isak tangis begitupun masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian ini,” imbuhnya.

Masih katanya, Pemerintahan Desa Mariuk membenarkan bahwa Robiyanti adalah warga desanya dan kejadian nahas yang menimpa keluarga ini, pihak PT. SKS yang ikut mengawal kepulangan jenazah mengucapkan turut berduka cita dan akan mengurus hak-hak asuransinya.

Sementara pihak PT. SKS sudah memberikan santunan uang duka, katanya, dan memberikan gaji terakhir almarhum. Pihak BP3TKI Bandung juga hadir dalam penerimaan jenazah almarhumah dan memberikan santunan kepada pihak keluarga.


“Selamat jalan Pahlawan Devisa yang telah gugur dalam perjuangan demi kesejahteraan keluarga. Pemakaman dilangsungkan pada tanggal 16 Februari di TPU Desa Mariuk, semua warga ikut berbelasungkawa dan membantu prosesi pemakaman almarhumah Robiyanti,” pungkas Udin Wahyudi.

Reporter : giri putra/nana

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: