Saturday, February 10, 2018

Terkait Pembayaran Proyek Smelter, H. Sila : Bupati Bantaeng NA Ingkari Janjinya

MITRAPOL.com – Indikasi adanya proyek Smelter yang dikerjakan oleh dua Perusahaan besar yang berlokasi di Kabupaten Bantaeng salah satunya yakni PT. Puja Pusaka Jaya Abadi yang diduga masuk ke ranah penipuan.



Kenapa dikatakan demikian, karena awalnya adalah pihak dari Pemda Bupati dalam hal ini Bupati Bantaeng Prof. Dr. Nurdin Abdullah (NA) yang dipercayakan untuk mengerjakan proyek smelter tersebut yang selalu mengingkari janji-janjinya kepada pihak Sub Kontraktor, hal itu diutarakan oleh salah satu korban saat menggelar konferensi press di Warkop Ilham Jalan Sultan Alauddin Makassar, Jumat malam (09/02/2018).

Menurutnya, proyek smelter ini yang dikerjakan dari tahun 2013 di Kecamatan Pajukukang, Bantaeng yang mana ada empat Desa dimulai dari Desa Pajukukang, Borongloe, Papan Low dan Desa Baruga.

“Sejumlah masyarakat yang berasal dari 4 Desa ini, menggugat Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah terkait masalah pembayaran yang sudah lama terselesaikan oleh mereka para Sub Kontraktor,” bebernya.

Dijelaskannya, Mega Proyek yang selama ini dibangga-banggakan NA, yakni pembangunan dua Smalter yang ada di Kabupaten Bantaeng. Masyarakat merasa ditipu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) beserta dua perusahaan besar pemenang tender Smalter, yakni PT. Titan Mineral Utama dan PT. Pusaka Jaya Abadi.

Cara ini dilakukan dengan kami patungan mengumpulkan uang sebesar Rp 4 Milyar 900 Juta dengan untuk kepentingan pembangunan Smalter yang dikelolah oleh dua perusahaan besar tersebut. Namun, katanya, sampai selama kurang lebih 7 tahun proses pembangunan smalter ini dikerjakan sayangnya uang masyarakat tak kunjung dibayarkan.

"Namun amat disayangkan. Karena selama pembangunan smelter ini belum ada pembayaran yang secara signifikan, pernah dibayar namun hanya dua kali oleh Pak Hans sebesar Rp. 230 juta, dengan memperlihatkan data-datanya didepan para awak media,” ucapnya.

Saksikan Videonya Disini

Lanjut H. Hengki adapun kita ini karena dijanjikan, makanya tergiur dengan Ini uang kita kumpulkan kasihan secara patung-patungan dari masyarakat kodong buat sewa alat, sewa mobil, gaji sopir, gaji operator, gaji pengawas, uang makan dan solar. Kita ini kumpul karena dijanjikan akan dikembalikan.
“Saya mohon kiranya NA agar segera menemui kami dan bertanggung jawab perihal masalah yang dialami masyarakat di 4 Desa tersebut. Pasalnya kesepakatan ini terjadi dengan perusahaan lantaran atas mediasi Pemda. Bantaeng dan bahkan kata nya, NA terus menjanjikan untuk mengembalikan uang tersebut namun hanya isapan jempol belaka,” ucapnya.

"Iyya kita terus dijanji janji katanya mau dikembalikan (dibayarkan), selalu nanti-nanti dan sampai hari ini tidak pernah terjadi," ungkapnya

Sudah banyak masyarakat yang kehilangan harta dan mata pencaharian dan akhirnya mereka kasihan pergi merantau karena tidak ada lagi kehidupan dibantaeng, tegasnya.

H. Sila panggilan Hengki menceritakan sudah banyakmi masyarakat kehilangan harta. masalahnya diberikan modal Dana Panjar (DP) untuk beli mobil operasional, namun tidak diberikan operasional bulanan.

"Kenapa karena baru tiga bulan dicicil sudah langsung ditarik. Alasannya Karena mobil dikasi kerja diperusahaan tapi kami tidak dikasi gaji. Apa yang mau kita bayarkan Jadi bagaimana itu cicilannya kasian. Kalau mobil ditarik harta habis," pungkasnya.

H. Sila pun sempat membeberkan bahwa sudah pernah bertemu dengan pihak perusahaan. Namun, pihak perusahaan mengatakan akan membayar jika ada restu dari Bupati Nurdin Abdullah.

"Perusahaan mau bayar asalkan ketemu sama pak Bupati. dia juga bilang, ini hari, ini menit saya bayar, asalkan pak Bupati mau. katanya , meniru. Ucapan pihak perusahaan tersebut kala itu, Jadi memang pak Bupatinya yang tidak mau," tegasnya.

Adapun harapan terakhir H. Sila mewakili teman temannya yang sebagai perwakilan kurang lebih sepuluh orang yang secara patungan yang turut hadir juga, diantaranya meminta kepada pihak dari Bupati Bantaeng yang sebentar lagi meletakkan masa jabatan nya sebagai orang no 1 dibantaeng agar segera melunasi dan membayarkan sisa uang subkontraktor kami.

"Saya rasa Bapak Bupati Nurdin Abdullah jika kalo uang sebanyak itu pak Bupati bisa langsung bayar kan," harapnya sambil meminta perwakilan dari Bupati untuk hadir menemuinya termasuk team suksesnya yang membaca berita ini.


“Jika tidak maka kami warga Bantaeng akan turun lebih banyak lagi untuk menuntut keranah hukum termasuk Bupati Bantaeng dalam Hal ini Nurdin Abdullah kita sebut adalah perompak masyarakat,” tutupnya.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: