Breaking

Thursday, February 15, 2018

Mufidah Jusuf Kalla Kunjungi Suku Baduy, Tinjau Potensi Kerajinan di Lebak

Mufidah Jusuf Kalla Kunjungi Suku Baduy, Tinjau Potensi Kerajinan di Lebak

MITRAPOL.com – Istri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yaitu Mufidah Kalla melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten untuk memberikan pengarahan kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten di Museum Negeri Banten (Ex Pendopo Lama), Rabu (14/02/2017).
Kedatangan Mufidah disambut oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten Niniek Wahidin Halim dan para pengurus PKK.



Mufidah melakukan kunjungan kerja bersama rombongan pengurus Dekranas yang merupakan istri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, yakni Erni Tjahjo Kumolo, Rini Rudiantara, Yantie Isfandiary Airlangga, Peggy Enggartiasto, Bintang Puspayoga, Ratna Sofyan Djalil, dan Nora Ryamizard dan para rombongan.

Rombongan ibu-ibu Dekranas itu tiba di kantor lama Gubernur Banten pada Rabu pagi pukul 08.30 WIB disambut Ketua Dekranasda Provinsi Banten Niniek Nuraini.

Dalam sambutannya, Mufidah mengatakan, agar Dekranasda Provinsi Banten membantu masyarakat perajin di daerah untuk meningkatkan kualitas produk. Tujuannya agar penjualan produk kerajinan daerah Banten dapat meningkat dengan kualitas yang baik.

“Khusus tenun Baduy Banten memang sudah mulai dikenal di masyarakat luas, namun masih memerlukan daya saing produk melalui peningkatan kualitas produk,” ujarnya

Ketua Dekranasda Provinsi Banten Niniek Wahidin Halim mengatakan, potensi kerajinan Banten sangat besar. Banten, kata Niniek mempunyai batik yang sudah terkenal, yaitu Batik Banten, selain itu Banten pun mempunyai batu akik Kalimaya yang bisa dikreasikan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Namun begitu masih perlu dioptimalkan potensi tersebut, sehingga apa yang diharapkan oleh Ketua Dekranas bisa terwujud.

“Dengan kehadiran ibu Ketua Dekranas menjadi tambahan semangat bagi kami. Kehadiran ibu ketua di tengah-tengah kita, bukti kecintaan ibu ketua kepada Banten,” ujar Niniek Wahidin.

Mufidah beserta rombongan tiba di lokasi suku baduy sekira pukuk 15.00 WIB, dengan dikawal langsung oleh Paspampres bersama TNI-POLRI yang bertugas secara langsung untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi isteri Wakil Presiden tersebut.

Kedatangan istri dari Wakil Presiden Republik Indonesia mendapatkan respon positif dari masyarakat suku adat Baduy dengan melakukan penyambutan menggunakan alunan alat musik tradisional Angklung.

“Saya sebenarnya sudah lama ingin melihat Suku adat baduy dan ingin mengenal kerajinan tenun, akan tetapi baru sekarang saya punya kesempatan buat kesini,” kata Mufidah dalam sambutannya di lokasi suku adat baduy.

Mufidah sempat berdialog dengan pemuka adat setempat sebelum berkeliling untuk membantu penjualan produk lokal asli Baduy.

Sebelumnya, dalam dialog bersama dengan anggota Dekranasda Provinsi Banten, Mufidah mengatakan perlu penguatan kualitas produk kerajinan asli Baduy.
“Produk kerajinan tangan masyarakat Baduy memiliki kualitas yang baik, dan sudah dikenal oleh masyarakat secara luas. Hanya saja perlu memerhatikan cara pemasaran dan terus meningkatkan kualitas dari mutu produk yang dihasilkan bisa di salurkan lewat online," ujar Mufidah

Jaro Saija yang merupakan pemuka adat setempat, mengatakan harapannya kepada Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional tersebut agar bisa membantu meningkatkan kualitas dan pemasaran kerajinan tangan dari masyarakat Baduy ini.

“Saya berharap, Ibu Mufidah dapat membantu proses perizinannya, agar kain tenun produk masyarakat Baduy ini sehingga tidak kesulitan untuk memasarkan kerajinannya secara luas,” kata kepala Desa Kanekes Saija.

Saija berharap, Islam Wiwitan yang merupakan agama yang dianut suku adat baduy dapat dicantumkan dalam KTP Elektronik.


“Di Baduy ini ada 3.200 KK, yang sebagiannya sudah melakukan perekaman pembuatan KTP elektronik. Saya harap di KTP elektronik nantinya dapat dicantumkan agama Islam Wiwitan yang menjadi agama dari sebagian dari masyarakat Baduy,” tandasnya.


Reporter : AA

Editor : A10

Disclaimer: