Tuesday, February 13, 2018

Meski Pahit Menjalani Tugas di Pedalaman, Anggota Pos Ramil Perbatasan Mini Biru Tetap Tegar

MITRAPOL.com - Dengan ukuran Pos Ramil yang hanya seluas 4x5 meter, serta suka dan duka yang di alaminya, tak membuat 4 orang anggota Pos Ramil Perbatasan Mini Biru (PMB) merasa kecewa, tapi tetap tegar dan bersemangat demi melindungi Rakyat di Pedalaman PMB Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, Senin (12/02/2018).



Kepada mitrapol.com, Danpos Ramil PMB Sertu F. Miten menyampaikan, bahwa baginya sebagai Prajurit TNI, tak ada kata mengeluh, dan lelah yang dihadapi oleh prajurit TNI yang bertugas di pedalaman Papua. Sebab kami hadir di sini atas perintah pimpinan, guna untuk menjaga dan melindungi Rakyat. 

"Kami yang bertugas di Pos Ramil Perbatasan Mini Biru ( PMB), hanya 4 personil, yaitu saya Sertu. Miten selaku Danpos Ramil, dan Bersama 3 Anggota saya yaitu, Sertu. L Ngutra, Serda Sudirman, dan Kopda Jainudin," jelasnya.

Lanjut Sertu. Miten, Hutan Papua menjadi tantangan tersendiri bagi setiap prajurit, termasuk bagi kami anggota Pos Ramil PMB dari Kodim 1705/Paniai, yang bertugas di Pedalaman Papua. Kami selalu mengedepankan keikhlasan serta hati yang tulus, di manapun ditempatkan dalam bertugas, meski kondisi pos nya hanya berukuran 4 x 5 meter, kami tetap semangat menjalankan amanah dan tugas yang perintahkan oleh pimpinan kepada kami. 

Lanjut Danpos, "Dalam Hal ini, Saya selalu memberikan motivasi kepada Rekan-rekan yang bertugas, untuk selalu menjalankan Perintah pimpinan dengan baik, dan mengarahkan kepada semua masyarakat yang ada, agar bisa menjaga keamanan bersama, agar supaya semua masyarakat yang ada bisa menjalankan aktifitasnya dengan baik, supaya bisa mendapatkan rejeki untuk kesinambungan hidup masyarakat yang ada."terangnya.

"Di dalam kami melaksanakan tugas, Pesan Pimpinan yang selalu terpatri di hati prajurit, meski di manapun ditempatkan, kami harus menjadi prajurit yang pemberani, dan wajib melakukan pendekatan dengan masyarakat yang ada. Kami pun akhirnya cepat beradaptasi dengan masyarakat di wilayah ini, bahkan kami saling membantu dalam segala kesulitan dan kebaikan," jelas Danpos Ramil.

Bertugas di pedalaman Papua khususnya di wilayah in i(PMB), lanjutnya, hanya ada satu transportasi yang digunakan adalah helikopter, dan alternatif terakhir yang dilakukan bila Patroli adalah, hanya dengan berjalan kaki. "Akses jalan di sini (pedalaman) belum ada, bila dari satu pos pengamanan ke pos lainnya, kadang ditempuh dengan jalan kaki atau menggunakan helikopter," ucapnya.



"Tak jarang, prajurit TNI di tengah hutan Papua harus bertahan dengan perut kosong, Kasus ini bisa terjadi, jika persediaan bahan makanan yang dibawa sudah menipis, dan kadang, kami mengurangi jatah makan kami masing-masing, agar kami bisa bertahan hingga kembali ke pos jaga," tutup Sertu F. Miten. 

Reporter : ronald karambut



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: