Breaking

Monday, February 5, 2018

Menko PMK Apresiasi Perkembangan Pendidikan di Musi Banyuasin

Menko PMK Apresiasi Perkembangan Pendidikan di Musi Banyuasin

MITRAPOL.com - Kemajuan pembangunan infrastruktur dan perkembangan pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendapat sorotan dari dua Menteri sekaligus, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendy yang datang langsung ke Muba, Senin (5/2).

Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama Menteri Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI  dan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi.

Kedatangan dua Menteri ini juga sekaligus membagikan sebanyak 262 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar SD-SMA sederajat di Kabupaten Muba.

"Semoga KIP ini bisa bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya," ujar Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani di Stable Berkuda Sekayu.

Dikatakan, banyak perubahan yang sangat pesat saat ini terjadi di Muba. "Ini berkat kerja keras Bupati Dodi Reza Alex yang konsisten melakukan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan," ungkapnya.
Saksikan Videonya Disini

Bahkan, putri mantan Presiden Megawati Soekarno Putri ini mengaku gaung penigkatan kualitas pendidikan di Muba ini juga terdengar hingga ke tingkat pusat. "Ya, yang saya dengar guru dan siswa di Muba ini mendapatkan pelatihan hingga ke Australia. Tentu upaya ini sangat bagus sekali dan patut diapresiasi," bebernya.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan, Pemkab Muba akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Muba. "Tahun ini sudah disiapkan program upaya memaksimalkan sekolah gratis dengan nantinya akan membagikan seragam dan alat tulis secara gratis kepada siswa SD-SMP di Muba," tuturnya.


Ia menambahkan, terkait pelatihan guru dan siswa ke Australia akan terus berlanjut dan dilakukan bertahap. "Jadi, target saya sekolah di Muba ini ke depan nantinya sudah mengadopsi semua kurikulum internasional Cambridge," tandasnya.

Reporter : antok

Disclaimer: