Friday, February 9, 2018

Kembalikan Uang Korupsi Rp 2,3 Miliar, Sekda Konawe Tetap Diproses Hukum

MITRAPOL.com - Sekda Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara akhirnya ditetapkan jadi tersangka kasus korupsi, yang merugikan keuangan negara Rp. 2,3 miliar, Rabu (7/2/2018).

Pengembalian uang hasil korupsi Sekda Kabupaten Konawe.

Ridwan Lamaroa Sekda Kabupaten Konawe telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, yang melibatkan beberapa orang di Pemerintahan Kabupaten Konawe.

Saat kasus korupsi terjadi, Ridwan Lamaroa masih menjabat sebagai Kadis Pendidikan Konawe, dan baru diungkap oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Konawe, Saiful Bahri Seregar.

Sekda Konawe menjalani pemeriksaan selama sembilan jam, yang sejak dirinya hadir memenuhi panggilan Kejari Konawe, pada pukul 12.30 Wit, dan penatapan status tersangka Sekda Konawe ini dilakukan Kejaksaan Negeri Konawe, pada Rabu (7/2/2018). Tak hanya itu Kejari Kabupaten Konawe juga menetapkan Gunawan mantan Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Konawe Saiful Bahri Siregar, mengungkapkan keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi, Dana Guna Uang (GU) dan Tambah Uang (TU) serta Uang Persedian (UP) dan Dana Pembayaran Langsung (PL) anggaran tahun 2013, di Dinas Pendidikan.

“Sementara dugaan korupsi ini diperkuat dengan hasil audit BPK dan BPKP Sultra, dalam audit ditemukan kerugian negara senilai Rp 2,3 miliar, hasil temuan lembaga negara BPKP Sultra, dan hasil pemberksaan tahun 2015,” ucapnya.

Dikatakan lebih lanjut dari Rp 2,3 miliar tersebut sisa dana GU, TU, UP, dan PL, dan itu seharusnya dikembalikan ke kas daerah namun oleh Ridwan Lamaroa dan Gunawan Bendahara saat itu. Dana tersebut dipakai, untuk kebutuhan pribadi dan tidak bisa dipertangungjawabkan.

“Akhirnya Sekda Kabupaten Konawe mengembalikan kerugian negara di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kab. Konawe, yang di serahkan hari Rabu (7/2/2018), oleh BPKAD ke Kejaksaan Negeri Kolaka,” ungkapnya.



Saiful Bahri Seregar, menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara yang dilakukan oleh tersangka ini tidak serta merta menghilangkan pidana pada dirinya. “Intinya kami tetap menegakan hukum, dan uang yang dikorupsi itu dapat dikembalikan ke kas negara,” pungkasnya.


Reporter : usman

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: