Saturday, February 24, 2018

Kejaksaan Negeri kewalahan layani Pelanggar E-Tilang

MITRAPOL.com - Hari Jum'at (23/2) bagi pelanggar lalulintas dijalan harus membayar denda atas pelanggarannya di Kejaksaan Negeri Sumedang, setelah ada putusan Verstek di Pengadilan Negeri.
Diperkiraan hari ini jumlah pelanggar yang harus membayar denda E-Tilang di Kejaksaan sebanyak 2000 pelanggar. Hal itu dikatakan Kepala seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sumedang, Ridwan.


"Ya, untuk hari ini sebanyak 2000 pelanggar yang harus kita layani untuk pengambilan E-Tilang. Kami kewalahan melayani, melihat fasilitas ditempat ini masih biasa saja. Ini terjadi disemua kejaksaan," kata Ridwan, saat dikonfirmasi Mitrapol.com saat memantau anak buahnya melayani masyarakat.

Masih menurutnya, kedepannya, kejaksaan akan memperbaiki system pelayanan agar tidak terlalu ramai antri di lingkungan kejaksaan.

System yang akan kita buat, seperti pengambilan nomor antrian dan penambahan loket pelayanan. "Kami akan terap berkoordinasi dengan pihak Polres Sumedang dan Pihak Bank BRI sebagai penerima pembayaran denda sesuai pelanggaran masing-masing pelanggar," lanjutnya.

Menurut Kasi Pidum, kejaksaan tidak menerima uang tunai dari pelanggar. "Kami tidak menerima uang tunai untuk denda pelanggar. Denda dibayarkan ke bank BRI sesuai nomor Briva," ungkapnya.

Sesuai aturan, pelanggar akan membayar denda E-Tilang ke bank BRI sesuai nomor Briva. Untuk pengambilan E-Tilang terdiri dari 2 (dua) nomor briva atau nomor rekening.
1. Briva biru dengan kode akun (22655xxxxxxxxxxxx)
2. Briva Merah dengan kode akun (22768xxxxxxxxxxxx).

Untuk pembayaran E-Tilang yang masih menggunakan Briva Biru, menggunakan pembayaran denda maksimal dan pengembalian, kisaran denda Rp. 250.000-Rp.500.000 dan Rp. 1000.000.

Untuk pembayaran Briva Merah, sudah bisa bayar denda tilang sesuai Putusan Pengadilan.



Reporter  : joel


SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: