Tuesday, February 13, 2018

Jual Tembakau Gorila, Pria Ini Dibekuk Polisi Kepulauan Seribu Selatan

MITRAPOL.com - Unit Reskrim Polsek Kepulauan Seribu Selatan berhasil menangkap pengedar Narkoba Golongan 1 Jenis tembakau Gorila, Senin (12/02/2018) di Pelabuhan Kaliadem Muara Angke, Jakarta Utara.

Barang bukti dan tersangka

RH lelaki asal Jakarta Barat, yang diamankan oleh unit Reskrim Polsek Kepulauan Seribu Selatan dengan Barang bukti Tembakau Gorila 1 (satu) bungkus pelastik, berat 3,20 Gram. Modus operandi yang dilakukan oleh Tersangka dengan cara mengedarkan kepada ABK Kapal Pulau Seribu yang akan menuju Pulau Tidung Kepulauan Seribu Selatan.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian Sik, Msi, menjelaskan melalui telepon selulernya, bahwa penangkapan dilakukan semalam kepada RH, karena membawa Narkotika golongan 1 di Pelabuhan Kaliadem oleh Unit Reskrim Polsek Kepulauan Seribu Selatan.

“Saya memang sudah perintahkan Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP B. Budi Hastono SE, untuk bentuk Tim antisipasi peredaran narkoba di wilayah Kepulauan Seribu khususnya Kepulauan Seribu Selatan,” tegasnya.

Dikatakannya, jangan sampai Kepulauan Seribu menjadi tempat tujuan peredaran narkoba melalui jalur dermaga yang akan menuju Kepulauan Seribu.

Menindaklanjuti perintah Kapolres, maka Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP B. Budi Hastono SE, pun membentuk Tim Sus yang terdiri dari Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Kepulauan Seribu Selatan untuk penyekatan di dermaga-dermaga yang menuju Kepulauan Seribu.

“Dari hasil penyelidikan yang ulet yang dipimpin Iptu Bernadus Koloay, SH, ternyata benar di Pelabuhan Kaliadem kemarin telah kita amankan 1 (satu) orang pengedar narkotika gol 1 jenis tanaman, ini akan kita lakukan pengembangan untuk menangkap Jaringan peredaran Narkotika ke Wilayah Kepulauan Seribu,” ucap Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan.

Masih katanya, atas kejadian ini tersangka dijerat undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 (1) Sub Pasal 111 (1). “dengan ancaman hukuman paling lama 20 (dua puluh) tahun pidana penjara dan pidana denda maksimal 10.000.000.000 (sepuluh miliar),” tutup Budi Hastono.

Reporter : sukemi

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: