Saturday, February 3, 2018

Eksistensi Tim Jumantik Kelurahan Tanjung Duren

MITRAPOL.com - Para juru pemantau jentik(Jumantik) nyamuk berkeliling kampung memeriksa tempat sampah, kebun, tenampungan air yang berada diluar rumah maupun didalam rumah warga, pukul. 07 : 00 Wib, di RW. 003, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (3/2/2018).

Tim Jumantik Kelurahan Tanjung Duren

Ujung tombak pemberantasan sarang nyamuk yang menjadi sumber penularan penyakit adalah juru pemantau jentik, sayangnya kegiatan berbasis masyarakat di sejumlah daerah itu tak berjalan rutin, bahkan kehadirannya ditolak sebagian warga. Kini, tiap rumah diharapkan memiliki satu jumantik dari anggota keluarga, jadi tidak harus mengandalkan petugas jumantik hadir baru diperiksa, tujuan mereka hanya satu memburu jentik nyamuk.

Di wilayah RW 003, Kelurahan Kelurahan Tanjung Duren Utara, tim jumantiknya bertugas seperti biasanya, pemeriksaan jentik-jentik dilakukan ditiap jumat pagi, tapi kali ini dilaksanakan tanpa batas, seperti sabtu(3/2/2018), pukul. 07 : 00 Wib selesai pukul. 11 : 30 Wib, dilakukan, sejumlah jumantik bersama petugas staf RW dan RT, setempat berkunjung ke rumah warga membawa formulir isian data dan hasil temuan jentik, setiap petugas jumantik.

Saat MITRAPOL.com menemui koordinator jumantik dilokasi, menurut koordinator kadet jumantik RW. 003, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat Suti Rahayu, mereka ditarget memeriksa minimal 40 - 50 rumah setiap minggunya, memeriksa tempat yang berpotensi ada jentik, seperti dispenser air minum, bak mandi, pot tanaman, dan ban bekas, dengan memakai lampu senter. Begitu menemukan jentik, para kader membantu menguras dan membersihkannya agar telur nyamuk di dinding tempat penampungan air tidak ada lagi. Penghuni rumah pun diedukasi bahaya jentik terhadap penularan demam berdarah dengue (DBD),"tutur koordinator kader jumantik RW 003 Suti Rahayu.

Petugas jumantik bertugas, mengungkapkan menyosialisasikan bahaya DBD kepada warga, selain itu jumantik bertugas memeriksa jentik nyamuk di rumah warga, namun, kerja jumantik di lapangan tak selalu mudah. Salah satu kendala yang dihadapi ialah sulitnya menembus perumahan, terutama rumah berpagar tinggi. Ketukan jumantik di pintu gerbang pun hanya disambut gonggongan anjing penjaga.

"Kadang lama buka pintu, kami dikira minta sumbangan. Mereka mengaku sudah bersih, padahal kami pernah melihat bak di depan rumah banyak jentiknya," keluh petugas jumantik Ratih kepada MITRAPOL. com dilokasi yang sama.

Sekalipun dipersilakan masuk ke halaman tidak boleh masuk ke dalam, "Mungkin mereka takut karena di kota besar marak perampokan rumah, saat ditolak pemilik rumah, rasanya hati ini sakit,"keluh Dessy

"Untuk jadi jumantik itu dari hati. Ada tidaknya kenaikan honor, kami tetap semangat jalan tugas sebagai jumantim,"teriak para petugas dengan kompak.

Lurah Tanjung Duren Utara Iskandar mengakui, sebagian warga perumahan mewah enggan rumahnya dimasuki jumantik. Maka, warga yang menolak rumahnya diperiksa jumantik diberi surat pernyataan berisi tak bisa protes jika kena DBD. "Pemilik rumah di kawasan padat justru menyambut baik jumantik," kata Lurah Tanjung Duren Utara saat dikomfirmasi MITRAPOL.com.


Hasil penyusulan MITRAPOL.com, keberadaan jumantik masih belum mendapat perhatian serius dari pemerintah di sejumlah daerah. Padahal, jumantik berperan penting dalam memberantas sarang nyamuk yang menjadi sumber penularan berbagai virus yang ditularkan melalui nyamuk.


Reporter : sugeng

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: