Saturday, February 3, 2018

DPUPR Lebak Dinilai Gagal Lakukan Manual Chek Pekerjaan Para Kontraktor

MITRAPOL.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak, acapkali dinilai lemah dalam pengawasan dan dianggap telah gagal terhadap penerimaan hasil kerja kontraktor dalam pembangunan.

Realisasi pengerjaan jalan yang diduga asal jadi.

Pernyataan tersebut lantaran masih adanya hasil kerja kontraktor yang dirasa kurang baik serta terkesan asal-asalan. Nnamun lolos pada tahap Manual Chek 100%, pada akhir serah terima pekerjaan antara pihak Commanditaire Vennootschap (CV) dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Lebak.

Temuan tersebut dapat terlihat dibeberapa titik pembangunan yang ada di Kecamatan Sobang, baik pekerjaan pengerasan badan jalan maupun pengaspalan poros desa yang telah dikerjakan oleh pihak Commanditaire Vennootschap (CV) atau kontraktor pihak penyedia pada proyek APBD tahun 2017.

Salah satunya pengaspalan jenis lapen sepanjang 1.00 KM dengan lebar 2,50 meter di Kampung Bongkok Desa Sukaresmi Kecamatan Sobang dengan nilai kontrak sebesar Rp.395.752.000,- APBD Kabupaten Lebak dan baru saja selesai dikerjakan pada 31 Desember 2017, namun kini jalan aspal tersebut sudah rusak kembali?.

Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Lebak, Achmad Deni Setiawan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait kinerja kontraktor tersebut.

Dirinya menegaskan bahwa Gapensi telah memberikan ultimatum kepada seluruh perusahaan kontraktor yang tergabung agar dapat bekerja sesuai spesifikasi Manual Chek 0% sampai progres 100% secara prosedurnya.

"Bahkan untuk tahun 2018. Kami akan menegaskan para pengusaha kontraktor agar dapat mengutamakan kwalitas dan kuantitas pembangunan," ujar Deni.

Sementara Bery selaku Pemborong Aspal Lapen Kampung Bongkok tersebut membantah jika kerusakan yang terjadi akibat pengerjaan secara asal-asalan. Dirinya yakin bahwa pengerjaan sudah sesuai metode pemasangan bahan material dan aspal curah.

"Bahan material kami sampai tidak habis karena yang didatangkan ke lokasi telah lebih dari cukup, dan penerapan lapen nya, kami lakukan sebanyak 3 layer secara merata. Bahkan banyak warga yang menyaksikan dilokasi dan saya persilahkan berkomentar apabila ada yang masih kurang," terang Bery.

Namun apapun keterangannya fakta dilapangan jalan tersebut kini telah rusak dan diperkirakan tidak akan bertahan lama untuk digunakan oleh masyarakat setempat.

Bery menambahkan, Kalau ada kerusakan belum tentu akibat asal-asalan saja, tapi bisa faktor alam dan bahkan akibat kesadaran warga yang masih kurang. “Karena pengerjaan sebaik apapun tidak akan kuat apabila dipakai oleh kendaraan bermuatan over tonase seperti mobil truk cold diesel pengangkut kayu dan jangan khawatir saya bertanggung jawab memperbaiki kembali asalkan warga siap memelihara dan menjaga kedepannya," tegas Bery.

Jalan di Desa Sinarjaya Kecamatan Sobang Tahun Anggaran 2016

Perlu diketahui Kecamatan Sobang adalah salah satu hamparan wilayah bukit dan pegunungan dan mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani kayu sehingga keberadaan mobil truk angkutan kayu menjadi salah satu faktor perusak jalanan jika tidak dibatasi kapasitas muatannya.


Reporter : CS

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: