Saturday, February 10, 2018

DPD KNPI Provinsi Maluku Suarakan Pemerataan Kesejahteraan

MITRAPOL.com – Menanggapai persoalan masalah sosial kemasyarakatan di Maluku. Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku menyuarakan keprihatinannya dan mempertanyakan dimana fokus Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat terkait masalah tersebut.

 Ketua Bidang Perencanaan Daerah DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Kalean

"Cita-cita Pembangunan Nasional yang di jabarkan dalam Nawacita Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla, yang lebih melihat pada daerah perbatasan dan daerah terisolir. Hal ini semestinya menjadi perhatian penuh baik Eksekutif, Legislatif maupun eleman-eleman Pemerintah terkait, baik tingkat daerah maupun pusat," terang Ketua Bidang Perencanaan Daerah DPD KNPI Provinsi Maluku, Arman Kalean kepada mitrapol.com, Jumat (09/02/2018).

Bung Arman selaku Kader Aktivis GMNI Kota Ambon ini juga menjelaskan bahwa Maluku dalam data statistik nasional di tahun 2015 yang telah dirilis masuk urutan provinsi termiskin ke 4 di Indonesia.

"Hal ini bukan lagi menjadi wacana kelompok tapi sudah menjadi wacana publik yang setiap saat dibicarakan, mulai dari rumah kopi hingga di seminar nasional," ungkap Arman putera daerah asal Kabupaten Maluku Tenggara.

Arman atau yang biasa disapa Bung Mando itu menambahkan dalam presentase daerah di Indonesia Provinsi Maluku adalah Provinsi yang terdiri dari gugusan pulau dengan presentase 92% laut, artinya bahwa lautan lebi besar dari daratan, maka segala kebijakan pembangunan Maluku harus mempertimbangkan aspek kelautan.

Selain itu, masih kata Bung Mando, pembangunan daerah pesisir dan wilayah terisolir di Maluku sampai saat ini masih mengalami ketimpangan. "Ini dibuktikan dengan beberapa daerah di Provinsi Maluku yang masih belum tersentuh oleh pembangunan yang masif, mulai sejak Indonesia diproklamasikan," jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, Kecamatan Kilmury adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Provinsi Maluku, yang sampai sekarang masih belum tersentuh pembangunannya secara maksimal, baik itu jalan lintas darat, PLN, dermaga kapal, jaringan telekomonikasi, serta pelayanan kesehatan dan tenaga pendidikannya.

Keterbukaan akses untuk daerah terisolir di wilayah Timur Indonesia khususnya Maluku merupakan harapan Bung Mando selaku pemuda yang merindukan pemerataan pembangunan.

"Kami akan terus memantau dan memperjuangkan dengan terus menyuarakan ketimpangan yang berada di Provinsi Maluku," tutupnya.

Reporter : moh fagi difinubun

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: