Monday, January 29, 2018

Viral Video Telur Palsu, Polda Sultra : Itu Berita Hoax

MITRAPOL.com - Dugaan beredarnya telur palsu pada video yang di posting salah satu masyarakat bernisial ZN di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara telah dipastikan kabar tersebut adalah bohong atau berita hoax.



Awalnya pada Senin 15 Januari 2018 beredar kabar adanya telur palsu di Kota Kendari melalui video, yang diposting oleh pemilik akun atas nama ZN.

Pemilik akun yang bernisial ZN, sementara masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Sultra tanggal Selasa 16 Januari 2018.

Kemudian Polda Sultra pada hari Kamis 18 Januari 2018 personil Subdit 1 Ditrekrimsus bersama Dinas Tanaman Pangan dan Perternakan langsung melakukan pengecekan dilapangan, di beberapa toko yang bertempat di pasar mandonga, Aparat meminta ijin kepada pemilik toko bernisial RW untuk mengecek telur tersebut, dan mereka mengambil telur untuk dijadikan sampel, sebanyak 24 butir, dengan usia ayam yang berbeda beda usia, dari usia 5, usia 14, usia 15, dan usia 18 bulan.

Dan itu untuk dilakukan uji laboratorium, untuk perbandingan telur-telur tersebut, dan akan dicocokan dengan telur yang diduga palsu.

Tak ingin masyarakat resah
Polda Sultra kemudian melakukan jumpa pers diaula Mapolda Sultra terkait beredarnya video telur palsu yang sudah sangat meresahkan masayarakat kendari, Selasa (23/1/2018), Subdit 1 Ditreskrimsus didampingi Dokter Hewan Rakhwana selaku Kasie Pelayanan Klinik Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Perternakan Kendari, dan Kasub Humas Polda Sultra AKBP Sunarto.

Dari hasil kajian barang bukti telur ayam ras yang diduga palsu, dan 24 telur ayam ras pembanding dari perternakan, hasil uji laboratorium UHO menyatakan bahwa kandungan telur tersebut indentik dengan telur asli.


Dalam keterangan persnya pihak Subdit 1 Ditreskrimsus bersama Dinas Perternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, menghimbau kepada masyarakat khusunya Sulawesi Tenggara, agar jangan khawatir karena video yang beredar dikalangan masyarakat adalah hoax.

Reporter : usman

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: