Thursday, January 11, 2018

Tiga Hari Tinggalkan Rumah, Oni Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

MITRAPOL.com - Penemuan mayat wanita menggegerkan kawasan Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten, Selasa (09/01/2018), sekitar pukul 06:30 Wib di kawasan area pantai Laguna, Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan Loka PSPL.

Jenasah Oni 

Amiudin yang pertama kali menemukan jasad itu menuturkan bahwa dirinya sangat terkejut saat hendak memulung rongsokan.

“Saya melihat sosok tubuh manusia sudah tidak bernyawa dalam posisi telungkup, melihat iti saya langsung berlari untuk memanggil warga,” ujar Amiudin ke mitrapol.com saat dimintai keterangannya.

Informasi yang dihimpun dari Sertu Suryadi anggota Bhabinsa Desa Caringin yang membenarkan dengan kejadian tersebut mengatakan, betul didaerah wilayah hukum kita telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas.

“Memang kordinasi dari pihak kepolisian Polsek Carita bahwa salah satu warga carita membuat laporan orang hilang pada tanggal 07 Januari 2018,” papar Sertu Suryadi dari Kesatuan 0110 Koramil Labuan.

Dengan adanya penemuan mayat ini, saya bersama anggota Polsek Labuan berkordinasi dengan pihak Kepolisian Sektor Carita, lanjutnya, dengan cepat anggota Kepolisian Sektor Carita menghubungi keluarga yang sudah membuat laporan dan langsung dibawa ke TKP penemuan mayat tersebut.

Koptu Eko Hermawan anggota Posmat Labuan yang selalu melakukan patroli Lautan dan pesisir pantai mambenarkan juga atas kejadian tersebut.

“Memang kaget dan sedih juga melihat tangis anggota keluarga yang mengaku bahwa sosok mayat itu adalah bernama Oni, Warga Kampung Kadeleman, Desa Carita, Kab. Pandeglang, Banten,” ucap Koptu Eko.

Herman yang merupakan keluarga Oni kepada mitrapol.com, menjelaskan bahwa betul itu adalah saudara kami yang sudah meninggalkan rumah selama 3 hari.


“Mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, segala cara sudah kami lakukan untuk mencari saudara kami ini. Namun takdir sudah menentukan, memang saudara kami bisa dikatakan kurang sehat, otak agak terganggu, yahh kita hanya bisa pasrah dan berdoa agar beliau diterima disisi ALLAH SWT,” pungkas Herman.

Reporter : royen siregar

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: