Monday, January 1, 2018

Tak Ada Kucuran Bantuan Dana, Suhanda Kimpo Tetap Genjot Penataan Situ Parigi

MITRAPOL.com - Ditengah perjalanan panjang didalam proses penataan Situ Parigi Tangerang Selatan yang terus dilakoni seorang pelopor pemerhati dan inisiator aktivis yang peduli terhadap lingkungan, dengan cara sukarela yang telah mendedikasikan dirinya untuk meluangkan waktu, tenaga, harta dan pikirannya, semata-mata untuk berbuat kebaikan tanpa berharap ada keuntungan pribadi kepada dirinya.



Hal tersebut disampaikan Andrean Moge, selaku perwakilan panitia dalam sambutan pembukaan acara di Pesta Rakyat kemarin, Minggu (31/12).

"Kalau disebut gila, ini memang gila. Uang pribadi ratusan juta dipakai untuk biaya menata Situ Parigi tanpa punya tujuan apa-apa, selain ingin beramal kebaikan," kata Andrean Moge.

Tasyakuran yang digelar dihalaman rumah adat betawi dibantaran Situ Parigi ini, tepatnya di Kampung Parigi Lama Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Minggu, (31/12/2017) dihadiri oleh para tamu dari berbagai stakeholder pemerintahan kecamatan pondok aren.

Turut hadir dalam acara tersebut beberapa anggota DPRD Dapil 3 dan juga Sekretaris Daerah perwakilan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Acara tasyakuran digelar mulai pukul 14:00 WIB dengan diisi oleh berbagai acara, diantaranya : pembukaan acara dan ramah tamah, santunan kepada anak yatim dan piatu, pesta bakar ikan massal dan penyerahan prasasti perguruan seni budaya silat beksi betawi.

Selain itu acara yang bertajuk "Pesta Rakyat di Situ Parigi" turut dimeriahkan oleh kesenian pentas marawis, ondel-ondel, lenong betawi dan hiburan dangdut hingga mencapai malam puncak pergantian tahun baru pukul 00:00 Wib malam dan ditutup oleh pesta kembang api.

Saksikan Videonya Disini

Pada kesempatan ini Sekretaris Daerah  Kota Tangerang Selatan, Muhammad menyampaikan bahwa Situ Parigi ini adalah aset pemerintah pusat dan kami tidak punya wewenang memberikan biaya untuk Situ, karena itu harus dari APBN.

Inti materi sambutan Sekretaris Daerah  Kota Tangerang Selatan itu terkesan pasif, dan dibantah tegas oleh anggota dewan dapil 3, Sihabudin. Pasalnya Pemkot Tangsel tidak boleh diam saja dengan alasan Situ Parigi ada pada kewenangan pemerintah pusat.

"Kita memang tidak berhak menganggarkan bantuan penataan Situ Parigi, namun sebagai pemerintah kota harus bisa menerobos pemerintah pusat untuk APBN, lantaran ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dan bisa juga mencarikan dana CSR atau sumber dana lainnya," ungkap Sihabudin.

Kendati demikian pihak Pemkot Tangsel yang selama ini masih menjadi penonton dalam penataan Situ Parigi, melalui Asisten Daerah Kota Tangerang Selatan telah menyampaikan terkait penataan Situ Parigi, bahwa Pemkot akan mendukung upaya Suhanda Johan atau Bang Kimpo dalam penataan Situ Parigi dengan memberikan perahu khusus untuk mengatasi sampah-sampah yang masih menjadi persoalan serius hingga saat ini.

Jika melihat Permendagri No. 14 Tahun 1998 tentang pengelolaan Situ diwilayah Jabodetabek dan Peraturan Meteri Lingkungan Hidup No. 28 tahun 2009 tentang pengelolaan daya tampung beban pencemaran air Situ dan Waduk, maka pos anggaran bisa dituangkan melalui APBD. Selain itu Pemkot Tangerang Selatan juga bisa bargening dengan pihak swasta untuk mengelola sampah tersebut.

Suhanda Johan alias Bang Kimpo, kepada MITRAPOL.com mengaku bahwa dirinya pusing dan tidak mengerti aturan pemerintah.

“Saya ikhlas menata Situ, bukan buat memiliki atau cari keuntungan. Saya cuma enggak mau Situ ini terbengkalai, kotor, dangkal, dan bau busuk yang bikin warga enggak nyaman. Biar saya modalin sendiri agar ada manfaatnya buat orang banyak," pungkasnya.

Semarak pesta rakyat menyambut datangnya tahun baru yang dilaksanakan di Situ Parigi, tentu saja butuh anggaran biaya, dan lagi-lagi biaya tersebut dikeluarkan dari uang pribadi Suhanda Kimpo.

Namun kali ini ia tidak sendiri lantaran family Suhanda johan kimpo juga turun tangan membantu segala sesuatunya. Hal tersebut menunjukan bahwa dirinya terlahir dari keluarga besar yang berjiwa sosial tinggi.

Reporter : CS

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: