Breaking

Tuesday, January 30, 2018

Sosialisasi Pilkada Makassar 2018, Ini Imbauan Direktur PerDIK

Sosialisasi Pilkada Makassar 2018, Ini Imbauan Direktur PerDIK

MITRAPOL.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar bekerjasama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK) mengadakan sosialisasi terkait Pilkada serentak 2018 di Anjungan Pantai Losari yang dihadiri oleh beberapa pengurus PerDIK, Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sulawesi Selatan, dan Komisioner KPU bidang Sosialisasi, Syaifuddin Fianjungan di pantai Losari Minggu, (28/01/2018).
 


Direktur Eksekutif PerDIK Abd. Rahman mengimbau pengunjung Anjungan pantai Losari untuk senantiasa memperbaharui pengetahuan terkait Pemilu dan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 Juni 2018. Sambil Rahman membagikan selebaran ajakan pilkada serentak ketiap pengunjung yang ditemuinya.

Rahman menyampaikan pesan saat membagikan selebaran dan berpesan dengan ungkapan "Janganki lupa untuk salurkan hak pilihta nanti di TPS, dan kalau ada keluargata yang difabel, tolong dilibatkan juga saat pencoblosan" ungkap Rahman, yang juga merupakan seorang difabel pada penglihatan (netra).

Dia melanjutkan, semua warga Makassar tanpa terkecuali difabel, memiliki hak yang sama dalam bidang politik. namun biasanya, warga difabel cenderung diabaikan kasihan pada saat prosesi pencoblosan.

"Pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya, kami masih sering mendapati ada difabel yang tidak menyalurkan hak pilihnya, karena berbagai macam alasan, seperti kurangnya informasi yang mereka terima terkait pemilu. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, kejadian-kejadian serupa dapat diminimalisir," harapnya.

Adapun Komisioner KPU Makassar, Syaifuddin menyampaikan, KPU sengaja melibatkan difabel dalam acara sosialisasi tersebut. Menurutnya, dengan pelibatan difabel, selain sosialisasi Pemilukada, para pengunjung Anjungan Pantai Losari juga akan lebih mengenal apa itu difabel.

Ia juga berharap, warga difabel kota Makassar yang selama ini tidak terlibat di organisasi-organisasi difabel, bisa turut berpartisipasi dalam prosesi Pilwalkot dan Pilgub 2018, juga menyampaikan, kegiatan sosialisasi bukanlah satu-satunya kegiatan KPU yang melibatkan difabel.



"Untuk menciptakan pemilukada yang inklusi, KPU akan terus berkordinasi dengan organisasi penyandang disabilitas, bukan hanya pada sosialisasi pagi ini, tapi pada tahapan-tahapan selanjutnya," tutupnya.


Reporter : mir

Disclaimer: